Pemerintah Bintan Evaluasi Program Seragam & Transportasi Gratis, Libatkan Akademisi UMRAH

Pemerintah Bintan Evaluasi Program Seragam & Transportasi Gratis, Libatkan Akademisi UMRAH

Focus Group Discussion (FGD) bersama DPRD Bintan Program seragam gratis di Kabupaten Bintan.

Nurjali

Bintan, Batamnews - Program seragam gratis di Kabupaten Bintan—yang mencakup seragam sekolah, tas, sepatu, dan perlengkapan lain—telah menyita perhatian banyak pihak. Bahkan, program yang penuh manfaat ini kini menjadi rujukan bagi sejumlah daerah yang ingin mempelajari teknis dan pelaksanaannya.

Dalam upaya penyempurnaan, Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama DPRD Bintan. 

Kegiatan yang mengusung tema "Evaluasi Kebijakan Pendidikan: Studi Kasus Program Bantuan Pendidikan SD dan SMP" ini berlangsung pada Rabu, 26 November, di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan.

Baca juga: Batam International Sea Eagle Boat Race 2025 Kembali Setelah 12 Tahun Vakum

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, secara lugas menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan agar program ini semakin efektif. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah memindahkan pengelolaan program transportasi sekolah gratis ke Dinas Perhubungan pada tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Bintan berharap evaluasi yang dilakukan secara ilmiah ini dapat menjadi landasan perbaikan kebijakan. 

Tujuannya, agar program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat ini tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin berkualitas. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para orang tua murid dan guru berharap program ini dapat terus berlanjut.

FGD ini juga melibatkan sejumlah akademisi dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Turut hadir memberikan masukan antara lain Dr. Armauliza Septiawan, S.Sos, M.S; Dr. Wayu Eko Yudiatmaja, S.IP, M.PA; dan Dr. Okparizan, S.Sos, M.HI, M.Si, yang merupakan dosen Program Pascasarjana FISIP, beserta sejumlah mahasiswa Magister Administrasi Publik FISIP UMRAH.

Dari sisi legislatif, Anggota DPRD Bintan, Elyza Riani, menyoroti pentingnya memahami tantangan mendasar untuk memajukan dunia pendidikan di Bintan. 

Ia mengakui sejumlah capaian positif program ini, seperti menurunnya angka putus sekolah, meningkatnya pendaftaran siswa baru, serta antisipasi kecelakaan siswa melalui penyediaan transportasi sekolah gratis (bus dan kapal/pompong).

Namun, Elyza juga menekankan bahwa sarana dan prasarana yang sudah memadai harus diperkuat dengan evaluasi mendalam. 

"Tujuannya, agar kita tahu di letak kekurangannya dan bisa memperbaikinya. Program ini telah menjawab keluh kesah orang tua tentang biaya pendidikan. Di sisi lain, masih ada hal yang perlu diperkuat, seperti mengatasi kekurangan guru dan beban tugas di luar tanggung jawab pokok mereka," jelasnya.

Baca juga: BMKG Kepri Keluarkan Peringatan Dini: Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Melanda Hingga Tengah Malam

Seluruh masukan dan catatan dari FGD ini akan dirangkum dan dijadikan bahan kajian untuk pelaksanaan program ke depannya. Beberapa catatan penting akan ditindaklanjuti secara internal oleh pemerintah.

Sebagai informasi, pada tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Bintan telah membagikan 6.851 stel seragam—lengkap dengan tas, sepatu, kaos kaki, dan perlengkapan lain—kepada siswa baru TK, SD, dan SMP. 

Selain itu, disediakan juga 43 unit bus sekolah dan 24 unit kapal/pompong sekolah untuk mendukung mobilitas siswa.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :