Sepasang Kekasih di Batam Diduga Tipu Puluhan Korban, Rugikan Hingga Rp 200 Juta
Sepasang Kekasih berinisial MH (Pria) dan M (Perempuan) diduga melakukan aksi penipuan berkedok Pinjaman (Hutang) dan MH Diduga melakukan penggelapan mobil di Kota Batam. (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Mereka dikenal sebagai pasangan, berinisial MH (pria) dan M (perempuan). Kini, keduanya menjadi buronan puluhan teman sendiri. Dugaan kejahatan mereka berlapis: menggelapkan mobil dan kabur tanpa membayar utang yang menumpuk. Total kerugian korban diperkirakan melampaui Rp 200 juta.
Cerita ini bermula dari sebuah janji. E, salah satu korban, bercerita bahwa pada 17 Juli 2025, MH menawarkan bantuan.
Katanya, ada program pemutihan sehingga pengurusan balik nama BPKB dan STNK mobilnya bisa gratis. Percaya saja, E menyerahkan dokumen asli itu. Mobilnya pun kemudian diserahkan keluarganya untuk disewa di perusahaan tempat MH bekerja.
Baca juga: Diduga Depresi Rumah Tangga, Pria di Batam Ditemukan Tewas Tergantung
Masalah mulai terungkap pada 11 November 2025. Saat E datang ke Samsat, berkas balik namanya tak ditemukan. Waswas, dia melacak mobilnya via GPS. Ternyata, kendaraannya ada di kawasan Batu Aji.
"Abang ipar saya langsung ke lokasi. Tapi orang yang memegang mobil itu menolak menyerahkannya. Alasannya, mobil itu sedang digadaikan oleh MH," tutur E, Rabu, 26 November 2025.
Keesokan harinya, keluarga E mendatangi rumah MH. Hasilnya nihil. Tetangga mengatakan MH sudah lama tidak pulang. Hingga kini, mobil beserta BPKB dan STNK milik E masih hilang. Nilai kerugian untuk mobil ini sekitar Rp 120 juta.
Namun, kerugian E tidak berhenti di situ. Dia mengungkapkan bahwa M, kekasih MH, diduga memakai data dirinya untuk melakukan pinjaman online. Totalnya mencapai Rp 29,8 juta.
"Semuanya sudah saya laporkan ke polisi," tegasnya.
Jaringannya ternyata lebih luas. M diduga meminjam uang secara pribadi kepada setidaknya 21 orang temannya. Total utangnya mencapai Rp 84 juta.
Salah satu korban, P, mengonfirmasi hal ini. "Iya, dia minjam ke kami dengan berbagai alasan. Mulai dari ngakunya ketipu sampai untuk biaya pengobatan orang tua. Karena kami berteman baik, ya percaya saja. Tapi pas ditagih, malah kabur. Tidak ada itikad baik. Korbannya banyak, puluhan orang," ujarnya.
Korban lain menyoroti gaya hidup pasangan ini. "Beberapa kali lihat postingannya di media sosial, gaya hidupnya mewah, hedon, jalan-jalan sama cowoknya. Tapi hutang kami tidak dibayar," ucap seorang korban dengan nada kecewa.
Baca juga: Polisi Ungkap Modus Baru: 150 Vape Bermuatan Etomidate Disita di Harbour Bay Batam
Mereka berharap kisah ini menjadi peringatan bagi siapa pun yang mengenal MH dan M untuk lebih berhati-hati.
Menanggapi laporan ini, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. "Kami cek terlebih dahulu," ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mengonfirmasi langsung kepada MH dan M belum membuahkan hasil.

Komentar Via Facebook :