Klaim Sukses Ruqyah Pertama, Jembatan Barelang Diruqyah Lagi Pakai 5.000 Liter Air
Ribuan liter air ruqyah disiramkan di sepanjang jembatan ini.
Batam, Batamnews - Jembatan Barelang, ikon Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, kembali menjadi pusat perhatian. Pada Jumat pagi, 21 November 2025, ribuan liter air ruqyah disiramkan di sepanjang jembatan ini.
Ritual spiritual ini adalah yang kedua kalinya, dilakukan untuk memperkuat "perlindungan" setelah aksi serupa setahun sebelumnya diklaim berhasil menekan angka bunuh diri di lokasi tersebut.
Kegiatan yang digagas Komunitas Ruqyah On The Street (RoS) Batam dan Yayasan An Nubuwwah Batam ini sengaja digelar bertepatan dengan peringatan World Suicide Prevention Day (WSPD).
Baca juga: Pemko Batam Genjot Langkah Terintegrasi Atasi Krisis Sampah, Amsakar: Kompleksitasnya Luar Biasa Ribet
Aksi ini adalah bentuk keprihatinan sekaligus respons atas kasus-kasus putus asa yang masih terjadi di sana.
Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro Rizqi Marzaqah Al Hana, Ketua Yayasan An Nubuwwah Batam, bercerita bahwa ini adalah kelanjutan dari ruqyah pertama pada 19 Juli 2024 lalu.
"Kegiatan ini berawal dari renungan dan tafakur saya. Alhamdulillah, tadi kami sudah siramkan air ruqyah di kedua sisi trotoar Jembatan Barelang," tuturnya di lokasi.
Ia mengklaim ruqyah pertama tahun lalu membawa dampak signifikan. Bahkan, petugas keamanan setempat merasakan perubahan "aura" di lokasi tersebut.
"Para petugas di PAM merasakan suasana yang sangat berbeda. Pengaruhnya besar. Mereka sendiri yang bertanya, kapan ruqyah pembersihan ini akan diulang lagi," jelas Ustaz Candra.
Sebelumnya, kata dia, seringkali korban yang terjun dari jembatan langsung meninggal dan jenazahnya sulit ditemukan. Namun, setelah ruqyah, ada "keanehan" yang justru mempermudah tugas petugas.
"Salah satu berkahnya, sekarang begitu terjun dan nyemplung, jenazahnya langsung ketemu. Tugas petugas tidak serumit dulu," ungkapnya.
Menurut keyakinannya, ada semacam kekuatan mistis yang sebelumnya seolah "menarik" orang untuk melompat. "Jadi semacam ada kekuatan mistik yang menarik-narik orang ke situ," katanya.
Niat untuk mengulang ruqyah semakin kuat setelah dua minggu sebelum acara, tepatnya pada 11 November 2025, seorang remaja perempuan nyaris melompat dari jembatan. Kejadian itu dianggap sebagai pertanda bahwa "perlindungan" perlu diperkuat kembali.
Ritual pagi itu diawali dengan salat hajat dua rakaat dan doa bersama. Sebuah truk tangki berkapasitas 5.000 liter diisi dengan air yang telah diruqyah. Air itu kemudian disiramkan merata sepanjang 1.284 meter trotoar Jembatan I Barelang.
Ustaz Candra menjelaskan, dalam Islam, meruqyah lingkungan atau benda mati diperbolehkan karena energi negatif bisa melekat pada tempat tertentu. "Air adalah simbol rahmat dan ketenangan. Kami berharap di sini tidak lagi memunculkan aura keputusasaan," ujarnya.
Dalam ruqyah kali ini, Ustaz Candra memberi perhatian khusus pada sebuah tiang bentang tinggi (soko) di arah dari Batam menuju Jembatan 2, berdasarkan firasat yang ia dapatkan.
"Saya dapat petunjuk, fokusnya di tiang bentangan yang tinggi itu," ujarnya. Ia lalu berkonsultasi dengan Komandan Pos Ditpam BP Batam, Blasius Buang.
"Tempat itu yang saya siram lebih lama, hampir 30 detik. Pak Blasius membenarkan, 'Betul, Pak, dari situlah orang sering terjun dan jenazahnya biasanya di sekitar sana'," cerita Ustaz Candra.
Data dari RoS menunjukkan, dalam setahun terakhir terjadi penurunan kasus. Sepanjang 2024, tercatat 7 kasus bunuh diri (6 meninggal, 1 selamat). Sementara dari Januari hingga Oktober 2025, ada 4 kasus (2 meninggal, 1 selamat, 1 belum diketahui). Total 11 kasus dalam dua tahun terakhir.
Penurunan ini diyakini sebagai bukti keberhasilan pendekatan spiritual mereka. Data nasional dari Pusiknas Bareskrim Polri pun mencatat tren bunuh diri meningkat 60% dalam lima tahun terakhir, sementara WHO melaporkan lebih dari 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya, dengan kelompok usia 15-29 tahun sebagai yang paling rentan.
Baca juga: Krisis TPA Punggur: Antrian 4 Jam Bikin Sopir Truk Sampah Pulang Malam, Sampah Menumpuk di Batam
Blasius Buang, Komandan Pos Ditpam BP Batam, menyambut baik kegiatan ini. "Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi, atau setidaknya berkurang, kasus lompat dari Jembatan I Barelang," harapnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Ketua Tim Lapangan RoS, Nov Iwandra, menandakan adanya kolaborasi antara unsur spiritual, keamanan, dan masyarakat dalam menangani masalah ini.

Komentar Via Facebook :