Terungkap! Pekerja Beberkan Biang Kerok Lambatnya Pengangkutan Sampah di Batam

Terungkap! Pekerja Beberkan Biang Kerok Lambatnya Pengangkutan Sampah di Batam

Antrean panjang mobil pengangkut sampah di TPA.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Keluhan warga soal lambatnya pengangkutan sampah di berbagai kawasan Batam akhirnya menemukan penyebab utama. Para petugas lapangan mengungkap kondisi kerja yang jauh dari ideal, terutama karena antrean panjang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dalam percakapan yang diterima Batamnews, seorang pekerja yang meminta identitasnya disamarkan menceritakan bagaimana antrean dan pekerjaan yang menumpuk membuat proses pengangkutan sampah melambat.

“Antrian gak wajar, bang. Masak dua trip dari pagi sampai jam 10 malam kerja,” ungkapnya dalam pesan kepada Batamnews, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, satu truk pengangkut sampah bisa menghabiskan waktu hingga tiga jam hanya untuk masuk ke TPA. “Makanya di luar lambat, bang. Kondisi TPA begitu," keluhnya.

Para pekerja juga mengaku bekerja hampir seharian penuh. “Gaji 3,5 (juta), bang. Kita pergi dari pagi, pulang jam 11 malam,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada penyelesaian dari unit teknis yang membawahi operasional tempat pembuangan. “Tidak ada solusi dari UPT-nya,” tulisnya.

Produksi sampah di Kota Batam sendiri mencapai tingkat yang sangat tinggi. Data Batamnews sebelumnya menyebutkan, dalam rapat darurat yang dipimpin Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Kepala DLH Batam Li Claudia Chandra, Kota Batam menghasilkan 1.185 ton sampah per hari.

Volume ini menekan sistem pengelolaan sampah, terlebih jika antrean truk berlangsung berjam-jam, sehingga jadwal pengambilan otomatis terlambat.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa sebagian alat berat dan jalur pengelolaan belum bekerja optimal. Akibatnya terjadi penumpukan di area pembuangan. Kondisi ini langsung menimbulkan efek berantai: truk mengantre lama, ritme pengambilan sampah terganggu, dan warga merasakan dampaknya di permukiman.

Pekerja berharap kondisi ini mendapat perhatian. Mereka mengaku bekerja keras dari pagi hingga larut malam, namun kerap dianggap lambat oleh warga yang tidak mengetahui situasi di lapangan. “Biar ada solusi, bang. Kita kerja gaji kecil tapi dari pagi sampai jam segini,” katanya, sembari meminta rekaman suaranya tidak disebarkan demi keamanan pekerjaan.

Dengan antrean mencapai hingga tiga jam per truk, armada pengangkut hanya dapat melakukan sedikit perjalanan dalam satu hari. Padahal dalam kondisi normal, satu kendaraan idealnya bisa melakukan beberapa kali pengambilan.

“Kondisi TPA, bang. Jadi nggak heran kenapa kurang gercep ambil sampah,” jelas sumber tersebut, menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata soal disiplin petugas, melainkan masalah struktural yang memerlukan solusi segera dari pihak pengelola.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :