Amsakar–Li Claudia Pimpin Rakor Darurat Sampah, Produksi Harian 1.185 Ton, Penanganan Harus Terintegrasi

Amsakar–Li Claudia Pimpin Rakor Darurat Sampah, Produksi Harian 1.185 Ton, Penanganan Harus Terintegrasi

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan Kota Batam Tahun 2025 di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Senin (17/11/2025) malam, sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat sampah yang melanda sejumlah wilayah.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Persoalan sampah di Kota Batam kini menjadi tantangan serius yang mendesak untuk diselesaikan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan Kota Batam Tahun 2025 di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Senin (17/11/2025) malam, sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat sampah yang melanda sejumlah wilayah.

Rapat yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, seluruh kepala OPD, BP Batam, camat, serta lurah se-Kota Batam ini membahas penyusunan langkah terpadu untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu hingga hilir yang semakin kompleks.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, timbulan sampah di Batam saat ini mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni 1.185,94 ton setiap hari atau setara dengan 432.868,72 ton per tahun. Angka ini terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan kota.

Tantangan yang dihadapi pemerintah kota pun semakin beragam, mulai dari keterbatasan armada pengangkutan, belum meratanya Tempat Penampungan Sementara (TPS), hingga kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terus menyusut.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dengan tegas menyatakan bahwa situasi persampahan di Batam tidak bisa lagi ditangani secara biasa. Menurutnya, dibutuhkan respons cepat, terstruktur, dan menyeluruh untuk mengatasi krisis ini.

"Ini situasi serius. Kita tidak boleh santai melihat kondisi ini. Persoalan sampah harus ditangani secara terintegrasi karena melibatkan banyak pihak," tegasnya dalam rapat koordinasi tersebut.

Amsakar menekankan peran strategis camat dan lurah sebagai ujung tombak penanganan di lapangan. Data akurat, perencanaan anggaran, serta pengawasan ketat dinilai menjadi kunci keberhasilan percepatan penanganan sampah.

"Kita tidak bisa membiarkan persoalan ini berlarut. Semua harus bergerak pada ritme yang sama agar penanganan dari sumber hingga titik akhir berjalan efektif," ujar Amsakar.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meminta agar setiap keputusan yang dihasilkan dalam rapat dapat segera dieksekusi tanpa penundaan.

"Besok sudah mulai ditindaklanjuti. Jangan menunda. Kita harus bergerak cepat memastikan penanganan sampah berlangsung efektif di seluruh wilayah," tegasnya dengan tegas.

Pernyataan Li Claudia ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menangani darurat sampah dengan aksi nyata dan cepat.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam, Yusfa Hendri, selaku Ketua Tim Task Force Penanganan Sampah, memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan diimplementasikan untuk mengatasi persoalan sampah di Batam.

1. Pembentukan UPTD Pengelolaan Sampah

Pemerintah telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sampah di tiga wilayah berbasis teknis sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Batam Nomor 99 Tahun 2025. Pembentukan UPTD ini bertujuan untuk meningkatkan fokus dan efektivitas pengelolaan sampah di setiap wilayah.

2. Sistem Pengangkutan Dua Shift

Sistem pengangkutan sampah kini dijalankan dalam dua shift untuk mempercepat pergerakan dari sumber ke TPS:

  • Shift pertama (06.00-18.00): Pengangkutan dari sumber sampah ke TPS
  • Shift kedua (18.00-06.00): Pemindahan dari TPS ke TPA Punggur


TPA Punggur sendiri kini telah beroperasi selama 24 jam penuh untuk menampung volume sampah yang terus meningkat.

3. Pembangunan TPS Baru dengan Incinerator

Pemko Batam menyiapkan pembangunan tiga TPS baru yang dilengkapi dengan incinerator sebagai titik pemrosesan awal. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurai penumpukan sampah di kawasan padat penduduk.

Pemerintah juga tengah merampungkan kajian lokasi TPS baru disertai rencana pembangunan incinerator sebagai bagian dari penguatan sistem hulu hingga hilir pengelolaan sampah.

4. Penguatan Armada Pengangkutan

Saat ini DLH mengoperasikan armada yang terdiri atas kompaktor, dumptruck, arm roll, hingga mobil pickup serta satu unit vacuum sweeper. Namun, beberapa kendaraan sudah dalam kondisi tidak layak operasi.

Untuk mengatasi hal ini, Pemko Batam telah menyiapkan rencana penguatan sarana secara bertahap, termasuk penambahan armada pada tahun 2026.

5. Gotong Royong Serentak

Pemko Batam juga menggerakkan masyarakat melalui aksi gotong royong serentak di seluruh kecamatan, termasuk wilayah hinterland seperti Belakangpadang dan Galang.

Kegiatan ini melibatkan ratusan personel dari berbagai elemen masyarakat, komunitas lingkungan, pramuka, mahasiswa, hingga Satgas Kebersihan untuk memastikan kawasan-kawasan rawan sampah dapat ditangani dengan cepat dan melibatkan partisipasi publik secara langsung.

6. Pembiayaan Melalui BTT

Yusfa Hendri menjelaskan bahwa pembiayaan penanganan darurat sampah akan ditopang melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Camat diminta melakukan pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana serta menyiapkan lokasi TPS yang dapat segera difungsikan.

"Dengan langkah-langkah ini, kita ingin memastikan penanganan sampah berjalan cepat, terukur, dan efektif," ujar Yusfa.

Dalam arah kebijakan jangka menengah, pemerintah akan terus meningkatkan beberapa aspek penting:

  1. Edukasi Pemilahan Sampah : Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah tangga
  2. Penegakan Aturan : Memperkuat penegakan peraturan daerah terkait pengelolaan sampah
  3. Teknologi Modern : Mulai menerapkan teknologi modern dalam pemrosesan sampah di TPA


Wali Kota Amsakar menekankan bahwa camat dan lurah memiliki peran krusial sebagai ujung tombak penanganan di lapangan. Mereka dituntut untuk:

  • Menyediakan data akurat tentang kondisi persampahan di wilayahnya
  • Menyusun perencanaan anggaran yang tepat
  • Melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program
  • Memetakan kebutuhan sarana dan prasarana
  • Menyiapkan lokasi TPS yang dapat segera difungsikan


Rapat koordinasi yang digelar pada Senin malam ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kota Batam dalam menangani darurat sampah. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dari Forkopimda hingga tingkat kelurahan, diharapkan penanganan dapat berjalan secara terintegrasi dan efektif.

"Kita tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut. Semua harus bergerak pada ritme yang sama agar penanganan dari sumber hingga titik akhir berjalan efektif," tandas Wali Kota Amsakar, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam mengatasi krisis sampah di Kota Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :