Maybank Salurkan Pembiayaan Syariah Rp1,1 Triliun untuk Proyek PLTGU 120 MW Batam, Perkuat Ketahanan Energi Kepri
Direktur Global Banking Director Maybank Indonesia Ricky Antariksa (keempat dari kiri) bertukar cendera mata dengan Presiden Direktur PLN Batam Kwin Fo (kedua dari kanan) disela-sela penandatanganan Fasilitas Sindikasi Syariah Berbasis Keberlanjutan untuk Proyek Transisi Energi Bersih PLTGU PLN Batam Senilai Total Rp3,3 Triliun. (Foto: Maybank Indonesia)
Batam, Batamnews – PT Bank Maybank Indonesia Tbk resmi menyalurkan fasilitas pembiayaan syariah berbasis keberlanjutan senilai Rp1,1 triliun kepada PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam. Pembiayaan tersebut menjadi bagian dari total sindikasi sebesar US$199 juta atau sekitar Rp3,3 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 120 MW di Batam.
Pembiayaan dilakukan melalui skema Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), yakni pembiayaan sewa yang memungkinkan alih kepemilikan aset kepada pihak penyewa di akhir periode pembiayaan. Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas dan mendukung pembangunan infrastruktur strategis tanpa menambah beban utang jangka panjang secara langsung bagi PLN Batam.
Direktur Global Banking Maybank Indonesia, Ricky Antariksa, menyatakan bahwa fasilitas ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Maybank Indonesia sebagai pemain utama di sektor pembiayaan syariah berkelanjutan di Tanah Air.
“Langkah ini melanjutkan rekam jejak kepemimpinan Maybank Group dalam perbankan syariah dan keuangan berkelanjutan,” ujar Ricky dalam keterangan resminya, Kamis (6/11/2025).
Maybank Group diketahui telah memobilisasi hampir Rp476 triliun pembiayaan berkelanjutan di kawasan ASEAN sejak 2021 hingga semester I 2025—melampaui target yang ditetapkan sampai tahun 2025.
Tiga Institusi Tergabung dalam Sindikasi
Sindikasi pembiayaan proyek PLTGU ini melibatkan tiga institusi keuangan: Maybank Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Ketiganya berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunners, sementara Maybank Indonesia ditunjuk sebagai koordinator.
Presiden Direktur PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa pemilihan skema IMBT memberi keuntungan bagi perusahaan dari sisi efisiensi modal.
Menurutnya, pembiayaan syariah tersebut mendukung eksekusi proyek strategis tanpa memberikan tekanan terhadap rasio utang jangka panjang. Selain itu, struktur pembiayaan yang fleksibel memberikan keleluasaan dalam pengelolaan arus kas perusahaan.
Pasok Listrik Andalan untuk Industri Batam
Proyek PLTGU 120 MW di Batam akan dikembangkan dengan skema Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Kehadiran pembangkit baru ini menjadi bagian dari strategi PLN Batam memperkuat ketahanan energi, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pertumbuhan industri di Batam dan wilayah Kepulauan Riau.
Selain memperkuat sistem kelistrikan, proyek ini mendukung upaya transisi energi melalui pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Inisiatif pembiayaan ini juga sejalan dengan strategi “Shariah First” yang diusung Maybank Indonesia sejak 2013, yang kini semakin diperkuat melalui komitmen pembiayaan berkelanjutan untuk proyek-proyek strategis nasional.
Dengan penyaluran pembiayaan ini, diharapkan Batam dapat menikmati pasokan energi yang lebih stabil dan andal, serta mampu mendukung ekspansi kawasan industri yang terus berkembang sebagai salah satu motor ekonomi nasional.

Komentar Via Facebook :