Smart Edible Packaging, Bergunakah untuk Masyarakat Pulau?
Foto: dok.Foodreview Indonesia
By: Ricky Randa Keliat
Teknologi packaging atau pengemasan merupakan serangkaian proses yang dilalui bahan baku dan produk pangan dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen. Pengemasan tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga mutu dan keamanan pangan.
Penjaminan mutu dan keamanan pangan merupakan hak konsumen yang wajib dipenuhi oleh produsen. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, yang menegaskan bahwa negara wajib melindungi masyarakat agar dapat mengonsumsi produk pangan yang aman bagi kesehatan dan kejiwaan.
Sistem pengemasan yang tepat menjadi faktor penting agar produk pangan mampu bersaing di pasar dunia. Pengemasan yang baik akan menjaga kualitas produk, memperpanjang umur simpan, serta meningkatkan kepercayaan dan penerimaan konsumen. Secara umum, pengemasan memiliki dua fungsi utama: fungsi wadah dan fungsi perlindungan. Fungsi perlindungan mencakup perlindungan dari tekanan fisik, gesekan, paparan air, cahaya, oksigen, serta kontaminan eksternal lainnya.
Namun, pengemasan modern tidak lagi sekadar pelindung pasif. Saat ini, berkembang inovasi baru berupa Smart Edible Packaging, yaitu gabungan antara active packaging dan intelligent packaging.
Smart Edible Packaging dirancang dengan senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, penangkap oksigen (O²), etilen, serta pelepas karbon dioksida (CO²). Komponen aktif ini bisa diperoleh dari sumber alami seperti ekstrak rempah-rempah, akar, batang, daun, hingga bunga tanaman.
Selain itu, teknologi ini juga dilengkapi fitur cerdas berupa indikator yang dapat berubah warna atau bentuk sebagai respons terhadap perubahan kondisi produk pangan di dalam kemasan. Sehingga, konsumen dapat mengetahui kualitas dan keamanan produk secara langsung tanpa harus membuka kemasan.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, Smart Edible Packaging berpotensi menjadi inovasi yang sangat bermanfaat. Akses terhadap bahan pangan di pulau seringkali terbatas, sehingga masyarakat perlu menyimpan stok makanan dalam waktu lama. Di sinilah peran Smart Edible Packaging menjadi penting untuk menjaga mutu, keamanan, dan daya simpan pangan agar tetap layak dikonsumsi.
Inovasi ini juga dapat memberikan dampak positif bagi pemenuhan kebutuhan gizi anak usia 6–24 bulan (MPASI) di daerah pulau yaitu dengan kemasan cerdas yang mampu memperpanjang umur simpan tanpa bahan kimia berbahaya, masyarakat dapat memperoleh produk pangan yang lebih aman dan bergizi, meskipun tinggal jauh dari pusat distribusi pangan.
Secara keseluruhan, penggunaan teknologi Smart Edible Packaging diharapkan dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan lokal, terutama bagi masyarakat di pulau-pulau di Batam.
-------------
Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjarna Prodi Ilmu Pangan IPB University | PNS Kota Batam yang sedang melaksanakan tugas belajar

Komentar Via Facebook :