Dua Mahasiswi Terjatuh Akibat Lubang Proyek Pelebaran Jalan Raja Isa Batam Kota, Warga Keluhkan Minimnya Rambu Keselamatan

Dua Mahasiswi Terjatuh Akibat Lubang Proyek Pelebaran Jalan Raja Isa Batam Kota, Warga Keluhkan Minimnya Rambu Keselamatan

Personel Polsek Batam Kota Evakuasi Korban Kecalakaan Akiba Menabrak Lubang Bekas Galian Pelebaran Jalan Raja Isa,Batam Kota, Minggu (09/11/2025). (Foto.Batamnews.co.id)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Keluhan warga terkait lubang galian proyek pelebaran Jalan Raja Isa, Batam Kota, terbukti bukan tanpa alasan. Dua mahasiswi menjadi korban kecelakaan setelah motor yang mereka kendarai tergelincir usai menghantam lubang galian yang tidak dilengkapi rambu pembatas, Minggu (9/11/2024). Insiden terjadi tepat di depan Mapolsek Batam Kota.

Akibat kecelakaan itu, kedua korban mengalami luka cukup serius pada bagian kepala, lutut, dan tangan hingga mengeluarkan banyak darah. Personel Polsek Batam Kota yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi keduanya ke RS Hj. Bunda Halimah, Batam Kota, untuk mendapatkan perawatan medis.

"Ada dua korban kecelakaan yang kami evakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan," ujar salah seorang personel patroli Polsek Batam Kota, Minggu (9/11/2024).

Ia mengimbau para pengendara, khususnya pengendara sepeda motor, agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan proyek karena lokasi tersebut sudah sering memakan korban. Ia juga meminta pihak kontraktor segera memasang rambu-rambu keselamatan demi mencegah kecelakaan kembali terjadi.

"Setelah peristiwa ini, kami personel Polsek Batam Kota berinisiatif memasang cone pembatas jalan yang ada di Polsek, guna mencegah kembali terjadinya kecelakaan dan korban selanjutnya," tambahnya.

Sebelumnya, kondisi proyek pelebaran jalan ini telah menuai kritik dari warga. Ungkapan “Jalan Baru, Masalah Baru” pun muncul terkait buruknya penataan keselamatan kerja di lokasi. Minimnya rambu peringatan dianggap sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya pengerukan badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter, mulai dari depan Mapolsek Batam Kota hingga simpang lampu merah. Lubang memanjang di badan jalan itu membuat pengendara rentan tergelincir. Dalam dua hari terakhir, lebih dari lima pengendara diketahui terjatuh di lokasi yang sama.

"Saya lihat sendiri, kemarin ada ibu dan anaknya jatuh. Hari ini saja sudah ada lebih dari empat pengendara yang tergelincir saat melewati lubang itu. Aneh sekali, tidak ada rambu-rambu dipasang," ujar Edi, salah seorang pengendara, kepada Batamnews.co.id, Minggu malam (9/11/2025).

Edi berharap pemerintah dan kontraktor tidak hanya fokus pada percepatan proyek, tetapi juga harus mengutamakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

"Saya berharap pemerintah dan kontraktor benar-benar mengawasi serta memperhatikan keselamatan pengendara saat pengerjaan pelebaran jalan ini," pungkasnya.

Saat dikonfirmasi di lokasi proyek, penanggung jawab pekerjaan tidak berada di tempat. Hanya beberapa pekerja terlihat masih melakukan aktivitas. "Iya, kemarin saya sudah sampaikan supaya dipasang rambu-rambu agar tidak membahayakan," ujar salah satu pekerja kepada Batamnews.co.id.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum memberikan pernyataan resmi terkait minimnya rambu keselamatan di lokasi proyek. Warga berharap tindakan cepat dilakukan untuk mencegah korban berikutnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :