DLH, Disbudpar, dan pelaku wisata bersinergi menjaga pesisir Batam bersih dan berkelanjutan.
Gerakan Batam Wisata Bersih: Kolaborasi Peduli Lingkungan dan Pariwisata
Kadisbudpar Batam ikut turun langsung dalam aksi bersih pantai bersama tim Batam Wisata Bersih
Batamnews, Batam — Pantai bukan hanya wajah wisata Batam, tapi juga cermin kepedulian lingkungan. Melalui program Batam Wisata Bersih, pemerintah kota berupaya menggabungkan dua misi besar: menjaga kebersihan pesisir dan memperkuat citra pariwisata berkelanjutan.
Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, melibatkan pengelola kawasan wisata, pelabuhan, dan pelaku usaha pantai. Tujuannya: menjadikan kebersihan lingkungan bagian dari daya tarik wisata Batam.
Lima Pokok Utama Gerakan Batam Wisata Bersih (Update per November 2025)
1. Sinergi Lintas Instansi
DLH menangani pengelolaan sampah dan pengawasan lapangan, sementara Disbudpar menetapkan kebersihan sebagai indikator utama dalam penilaian destinasi wisata. Program ini juga menerapkan konsep Pantai Adopsi Bersih, di mana setiap pengelola pantai bertanggung jawab atas area masing-masing.
- Sinergi Instansi — DLH dan Disbudpar menerapkan konsep Pantai Adopsi Bersih dengan tanggung jawab kebersihan per pengelola.
- Sampah Turun 25% — Volume sampah pesisir Batam berkurang berkat sistem terpadu dan armada baru.
- 10.000 Peserta Aktif — Melibatkan pelaku wisata, hotel, pelabuhan, dan ASN dalam aksi bersih di tujuh lokasi utama.
- Modernisasi Pengelolaan — Pemetaan digital berbasis GIS disiapkan 2026, peremajaan armada hingga 2045.
- Kampanye Wisata Tanpa Sampah — Edukasi digital bagi wisatawan muda, target pengurangan sampah 30% di akhir 2025.
2. Penurunan Volume Sampah
Berdasarkan data DLH, volume sampah pesisir di kawasan wisata Batam menurun sekitar 25% selama semester pertama 2025, berkat penguatan sistem pengelolaan terpadu dan penambahan armada pengangkut sampah baru.
3. Partisipasi Masyarakat & Pelaku Usaha
Hingga pertengahan 2025, gerakan Batam Wisata Bersih telah melibatkan lebih dari 10.000 peserta dari pengelola wisata, hotel, pelabuhan, dan ASN Pemko Batam dalam aksi bersih pantai di tujuh lokasi utama.
4. Modernisasi Sistem Pengelolaan
DLH menargetkan penerapan pemetaan digital sumber sampah berbasis GIS pada 2026 serta mengganti 16 unit armada pengangkutan yang rusak demi efisiensi pengelolaan hingga tahun 2045.
5. Kampanye Edukasi Wisata Tanpa Sampah
Program ini juga menggencarkan kampanye digital bertajuk Wisata Tanpa Sampah, yang menyasar wisatawan muda melalui media sosial. Kampanye ini mendukung target pengurangan sampah hingga 30% di lokasi wisata pesisir pada akhir 2025.
Kolaborasi & Implementasi Lapangan
DLH Batam memperkuat koordinasi dengan kelurahan pesisir melalui bank sampah dan jadwal pengangkutan reguler. Disbudpar memasukkan parameter kebersihan ke dalam penilaian destinasi unggulan serta mendorong pengelola untuk menyediakan tempat pemilahan limbah di kawasan wisata seperti Nongsa, Marina, dan Pantai Melayu.
Data Satu Data Batam menunjukkan total sampah yang tertangani sepanjang 2024 mencapai 419.000 ton, dengan tren peningkatan kapasitas pengelolaan di tahun 2025.
Tantangan dan Arah ke Depan
Meskipun ada penurunan volume sampah di lokasi wisata, tantangan utama masih terletak pada produksi harian Kota Batam yang mencapai 1.200 ton sampah per hari. DLH menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan, pelibatan warga pesisir, dan penegakan kebijakan lingkungan agar hasil gerakan tidak bersifat sementara.
Pemerintah menargetkan seluruh kawasan wisata pesisir Batam memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri pada tahun 2027, sebagai bagian dari roadmap kota menuju pariwisata hijau dan berkelanjutan.

Komentar Via Facebook :