Bahrum, Warga Dapur Arang Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Terpeleset di Tepi Sungai
Jenazah Bahrum yang tersangkut dekat pondok tepi sungai, saat akan dievakuasi oleh Tim Inafis Polresta Barelang. Korban diitemukan dalam kondisi badan yang sudah membengkak, Sabtu (1/11) pagi. Foto : Tommy Purniawan
Batam, Batamnews - Warga Kelurahan Dapur Arang, Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, digegerkan oleh kabar duka.
Bahrum, seorang pria berusia 45 tahun, ditemukan meninggal dunia di dekat sebuah pondok di tepi sungai pada Sabtu, 1 November 2025 pagi. Kondisinya memprihatinkan; jasadnya sudah membengkak.
Kabar penemuan ini berawal dari Jepri, seorang warga yang melihat Bahrum mengapung di sungai tak jauh dari rumahnya. Melihat keadaan jasad yang tak lagi utuh, Jepri segera melaporkannya kepada warga lain, yang kemudian berlanjut ke pihak kepolisian.
Baca juga: Pesan Terakhir Penjual Bakso di Batam Sebelum Gantung Diri: "Maafin Ayah, Nak..."
Sekitar pukul 09.00 WIB, Tim Inafis Polresta Barelang tiba untuk memproses TKP, didampingi anggota Polsek Nongsa. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Namun, keluarga menolak permintaan autopsi. Akhirnya, kepolisian mengembalikan jenazah Bahrum kepada keluarganya untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Kapolsek Nongsa, Kompol Dr. Arsyad Riyandi, membenarkan peristiwa ini. "Hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan," jelasnya pada Minggu, 2 November 2025 malam.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, diduga Bahrum meninggal setelah terpeleset dan terjatuh.
"Dugaannya korban terpeleset lalu jatuh. Keluarganya juga sebelumnya sudah mencari karena Bahrum beberapa hari tidak terlihat," tutur Arsyad.
Dengan penolakan autopsi dari keluarga dan tidak adanya indikasi kekerasan dalam hasil visum, kasus ini pun tidak dilanjutkan.

Komentar Via Facebook :