Tunggu Hasil Labfor Mabes Polri, Polisi Periksa 43 Saksi Kasus Ledakan MT Federal II

Tunggu Hasil Labfor Mabes Polri, Polisi Periksa 43 Saksi Kasus Ledakan MT Federal II

Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin (Foto : Tommy Purniawan).

Nurjali

Batam, Batamnews - Penyidikan kasus ledakan kapal MT Federal II yang menewaskan 14 pekerja di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masih berlanjut. 

Hingga Jumat, 31 Oktober 2025 siang, kepolisian telah memeriksa 43 saksi. Namun, titik terang penyebab ledakan masih bergantung pada hasil penyelidikan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih menantikan hasil dari Labfor. "Kita masih menunggu hasil Tim Labfor Mabes Polri," ujarnya. 

Baca juga: MA Ubah Hukuman Mati Eks Kasat Narkoba Polresta Barelang Jadi Seumur Hidup

Hasil ilmiah dari forensik ini nantinya akan menjadi kunci untuk memastikan asal muasal api dan disinkronkan dengan keterangan puluhan saksi yang telah diperiksa.

Para saksi yang telah memberikan keterangan berasal dari berbagai pihak, mulai dari manajemen PT ASL, dua perusahaan subkontraktor, hingga pengawas dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepri. 

“Keterangan dari 43 saksi nanti akan disinkronkan dengan data ilmiah dari tim forensik agar hasil penyidikan objektif,” jelas Zaenal.

Meski telah digelar gelar perkara bersama Polda Kepri untuk menelusuri indikasi kelalaian, penetapan tersangka belum dapat dilakukan. 

Polisi menunggu dua hal krusial: hasil kajian Labfor dan laporan lengkap dari Disnaker Kepri mengenai aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). "Penetapan tersangka masih menunggu hasil Labfor," tegas Zaenal.

Zaenal juga menyoroti potensi kelalaian dalam tragedi ini. Ia tidak menampik kemungkinan tersebut, namun menekankan bahwa semua keputusan harus berdasar pada fakta hukum yang kuat. 

“Potensi kelalaian pasti ada, tetapi biarlah fakta hukum yang menentukan. Jangan sampai spekulasi publik justru kontraproduktif,” pesannya.

Baca juga: Boarding Pass Palsu Pakai Canva, Modus Petugas Avsec Selundupkan 327 iPhone

Di tengah proses hukum yang berjalan, Zaenal menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya 14 korban jiwa. Polisi bersama instansi terkait terus berupaya memberikan pendampingan kepada keluarga korban. 

“Ini tragedi yang menyedihkan bagi semua pihak. Kami memastikan proses hukum berjalan transparan, dan hasil akhirnya nanti akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik,” tutupnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :