Jadwal Kapal Sabuk Nusantara 110 Rute Natuna – Riau Daratan, Oktober 2025
KM Sabuk Nusantara 110. (Foto: istimewa)
Natuna, Batamnews – Kapal perintis Sabuk Nusantara 110 kembali melayani pelayaran rute perintis wilayah Kepulauan Natuna hingga Riau daratan pada periode Oktober 2025. Berdasarkan jadwal terbaru, kapal akan berlayar dari Pontianak menuju Serasan pada 20 Oktober 2025 pukul 10.00 WIB, dan tiba di Serasan keesokan harinya pada 21 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB.
Rute ini menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan sejumlah pulau terpencil di perairan Natuna, Anambas, hingga wilayah Riau daratan seperti Kijang, Sungai Guntung, dan Tembilahan.
Rangkaian Jadwal Pelayaran Sabuk Nusantara 110
Beberapa rute penting yang dilayani antara lain:
-
Serasan – Subi pada 21 Oktober pukul 08.00 WIB, tiba pukul 13.00 WIB.
-
Subi – Selat Lampa pada 21 Oktober pukul 14.00 WIB, tiba pukul 22.00 WIB.
-
Selat Lampa – Pulau Laut pada 21 Oktober pukul 23.00 WIB, tiba 22 Oktober pukul 06.00 WIB.
-
Pulau Laut – Sedanau pada 22 Oktober pukul 08.00 WIB, tiba pukul 15.00 WIB.
-
Sedanau – Midai pada 22 Oktober pukul 16.00 WIB, tiba pukul 23.00 WIB.
-
Midai – Tarempa pada 23 Oktober pukul 03.00 WIB, tiba pukul 17.00 WIB.
-
Tarempa – Kuala Maras pada 24 Oktober pukul 05.00 WIB, tiba pukul 10.00 WIB.
-
Kuala Maras – Kijang pada 24 Oktober pukul 12.00 WIB, tiba 25 Oktober pukul 08.00 WIB.
-
Kijang – Sungai Guntung pada 26 Oktober pukul 08.00 WIB, tiba pukul 18.00 WIB.
-
Sungai Guntung – Tembilahan pada 26 Oktober pukul 19.00 WIB, tiba 27 Oktober pukul 08.00 WIB.
-
Tembilahan – Sungai Guntung pada 28 Oktober pukul 07.00 WIB, tiba pukul 20.00 WIB.
-
Sungai Guntung – Kijang pada 28 Oktober pukul 21.00 WIB, tiba 29 Oktober pukul 06.00 WIB.
Pihak operator mengingatkan bahwa jadwal pelayaran dapat berubah sewaktu-waktu, menyesuaikan dengan kondisi cuaca, teknis kapal, dan faktor keselamatan pelayaran lainnya.
Kapal Sabuk Nusantara 110 merupakan bagian dari program tol laut yang berperan penting dalam mendukung konektivitas antar-pulau, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Layanan ini tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok antarwilayah.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi pelayaran melalui pelabuhan terdekat atau pengumuman resmi operator.

Komentar Via Facebook :