9 Jam Dirawat, Fm Kehilangan Janin di RS Bhayangkara setelah Pingsan di Ruang Paminal Polda Kepri
Keluarga Korban Saat Memegang Salib, Untuk Anak Fa Yang Dinamai Bhayangkara Saat Berfoto Bersama Ketiga Pengacara Fa. Foto : Tommy Purniawan
Batam, Batamnews - Tragedi menimpa seorang perempuan bernama Fm. Harapannya untuk membangun rumah tangga dengan Ya, seorang anggota Polsek Sagulung, pupus. Lebih pedih lagi, ia harus kehilangan kandungannya yang berusia empat bulan.
"Sudah jatuh, tertimpa tangga," mungkin itu kiasan yang tepat untuk menggambarkan kondisinya.
Fm harus dirawat selama sembilan jam di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau setelah keguguran. Keluarga dan Ya dilaporkan sangat terpukul dengan kepergian janin yang telah memiliki organ tubuh yang utuh, meski jenis kelaminnya belum dapat diketahui.
Baca juga: Lagi Diperiksa Paminal, Fm Mendadak Pingsan dan Dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara
Pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, terlihat Rahmad, kerabat keluarga, membawa sebuah salib baru.
Dengan wajah sedih, ia menuliskan nama "Bhayangkara" atau "Bhayang" untuk janin yang meninggal itu. Nama itu dipilih sebagai pengingat bahwa ayah dari janin tersebut adalah seorang anggota Bhayangkara.
"Kita ingin hukum ditegakkan, jangan pandang bulu. Kepolisian juga harus mengambil tindakan tegas dalam kasus ini," ujar Ahmad, mewakili tuntutan keluarga.
Di sisi lain, kuasa hukum Fm, Lisman, yang didampingi oleh rekannya Leo Halawa dan Marthin Zega, menyampaikan bahwa kliennya telah melaporkan tiga perkara yang dialami oleh Ya: penganiayaan, pelanggaran etik, dan kekerasan seksual.
Lisman menyatakan akan menghargai proses hukum dan mendukung profesionalitas Kepolisian dalam menangani kasus ini.
Ia juga membeberkan bahwa kondisi Fm masih lemah dan membutuhkan doa untuk pemulihannya. Kondisi kritis Fm terjadi justru ketika ia sedang memberikan keterangan kedua di Paminal Polda Kepri, di mana ia kemudian mengalami pendarahan.
Kejadian bermula pada Senin, 6 Oktober 2025 sore, ketika Fm yang sedang hamil terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Saat itu, ia sedang menjalani pemeriksaan oleh Paminal terkait laporannya terhadap pasangannya yang dianggap tidak bertanggung jawab.
Saat ini, Fm masih menjalani perawatan di Ruang Bougenville 103 RS Bhayangkara. Sejumlah kerabat dan tim kuasa hukumnya tetap menunggu dan mendampinginya.
Marthin Zega, salah satu pengacara, membenarkan kejadian ini dan menyatakan akan mengadakan konferensi pers untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
Menurut informasi, Fm diduga mengalami penurunan kondisi fisik yang drastis selama pemeriksaan, hingga akhirnya pingsan di ruang Paminal. Faktor kehamilan dan tekanan masalah yang dihadapinya diduga menjadi pemicu.
Sampai di rumah sakit, Fm langsung mendapat penanganan intensif, termasuk pemasangan infus.
Sebelumnya, anggota Polsek Sagulung berinisial Ya memang telah dilaporkan ke Propam Polda Kepri atas dugaan penganiayaan dan pelanggaran kode etik terhadap Fm, yang ironisnya saat itu sedang mengandung anaknya. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: SPSP2/41/IX/2025/Subbagyanduan.
Komentar Via Facebook :