Batik Barelang Pacu Ekonomi Kreatif, Raup Omzet Rp1,4 Miliar dalam 2 Bulan

Batik Barelang Pacu Ekonomi Kreatif, Raup Omzet Rp1,4 Miliar dalam 2 Bulan

Malam Puncak Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2025, di Dataran Engku Putri, Batamcenter.

Nurjali

Batam, Batamnews - Sudah dua bulan Batik Barelang diluncurkan, dan hasilnya sungguh menggembirakan. Omzet para perajinnya telah mencapai Rp1,4 miliar, di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Angka ini bukan sekadar catatan keuangan, melainkan bukti nyata bahwa batik Batam telah membuka jalan ekonomi baru bagi pelaku IKM dan UMKM di kota ini.

Kabar baik itu disampaikan oleh Wali Kota Batam, H. Amsakar Achmad, pada Malam Puncak Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2025, di Dataran Engku Putri, Batamcenter, Sabtu, 4 Oktober 2025 malam.

Baca juga: 19 Atlet Kepri Berkompetisi di PORNAS KORPRI 2025 Palembang
 
Ia tampak didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Ketua Dekranasda Kota Batam Hj. Erlita Sari Amsakar, serta sejumlah pejabat daerah. Semuanya kompak mengenakan Batik Barelang, menunjukkan kesatuan dukungan.

“Alhamdulillah, omzet perajin kita sudah menembus Rp1,4 miliar. Ini artinya, kerja keras kita selama ini benar-benar membawa manfaat,” ujar Amsakar dengan penuh syukur.

Ia berharap BBFW dapat terus diadakan setiap tahun, tidak hanya sebagai ajang mengasah kreativitas, tetapi juga sebagai cara memperkuat identitas Batam. 

Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustangan dan Perdagangan serta Dekranasda Kota Batam yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik, menjadi wadah bagi desainer, UMKM, dan perajin batik lokal.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras hingga acara spektakuler ini dapat terwujud,” katanya.

Bagi Amsakar, BBFW bukan sekadar perhelatan mode. Lebih dari itu, ia melihat dampak langsung yang dirasakan masyarakat. 

Ia juga menekankan peran BBFW dalam mendukung sektor pariwisata Batam, yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Pada 2024 saja, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,3 juta orang, sementara wisatawan domestik sebanyak 3,3 juta orang.

“Dengan total 4,6 juta kunjungan, bayangkan jika setiap wisatawan membawa pulang Batik Batam sebagai oleh-oleh. Itu akan menjadi promosi yang dahsyat sekaligus penggerak ekonomi kita,” tegasnya.

Amsakar pun mendorong sektor perhotelan, restoran, dan industri kreatif lainnya untuk turut serta memajukan batik Batam. 

Menurutnya, jika batik Batam dijadikan ikon lokal, seluruh sektor ekonomi bisa ikut bergerak. Ia menutup sambutannya dengan optimisme, melihat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Baca juga: Xiaomi 15T Pro Review: Flagship Killer Terbaru dengan Kamera Leica dan Chipset Dimensity 9400

Malam itu, BBFW 2025 lebih dari sekadar peragaan busana. Ia menjadi cermin kepercayaan diri Batam sebagai kota yang unik, modern, dan berdaya saing — sekaligus rumah bagi kreativitas yang terus hidup.

Ratusan pasang mata terpukau menyaksikan jalannya peragaan busana di Malam Puncak BBFW 2025. Dataran Engku Putri, Batamcenter, berubah menjadi panggung megah yang dipenuhi karya dan imajinasi.

Motif-motif khas Batam tak lagi sekadar hadir sebagai kain. Mereka menjadi simbol kebanggaan yang kian mengakar di hati masyarakat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :