Sadiq Khan Bercanda "Trump Naksir Saya" Tanggapi Klaim Hukum Syariah di London

Sadiq Khan Bercanda "Trump Naksir Saya" Tanggapi Klaim Hukum Syariah di London

Sadiq Khan.

Nurjali

Batam, Batamnews - Sadiq Khan akhirnya angkat bicara menanggapi komentar Donald Trump. Bentrokan verbal ini bermula dari pidato Trump di Sidang Majelis Umum PBB, yang oleh Khan dinilai penuh prasangka.

Dalam pidatonya di markas PBB, New York, kemarin, Trump membuat klaim keliru. Dia menyebut bahwa Sadiq Khan, Wali Kota London, ingin memberlakukan hukum Syariah di kota tersebut.

"Saya melihat London, di mana kalian memiliki seorang wali kota yang buruk, sangat buruk. Kota itu telah sangat berubah," ujar Trump. 

"Sekarang mereka ingin menerapkan hukum Syariah, tetapi kalian berada di negara yang berbeda, kalian tidak bisa melakukan itu."

Baca juga: Gara-gara Drone, Pesawat Terbesar Rusia Hampir Seruduk Apartemen di Moskow

Awalnya, seorang juru bicara Khan menolak menanggapi, menyebut komentar Trump itu "mengerikan dan penuh prasangka". Namun, hari ini, Khan secara terbuka menyampaikan pandangannya.

Dengan nada santai, Khan berkelakar bahwa sepertinya dirinya "tinggal gratis di dalam kepala Donald Trump". 

Saat ditanya mengapa Trump terobsesi dengannya, Khan kembali berseloroh, "Saya pikir dia naksir saya. Atau mungkin dia percaya pada hak squatter [penghuni liar] yang saya dapat di kepalanya."

Namun, di kesempatan lain, Khan menyampaikan kritik yang lebih tegas. Dia mengatakan kepada Sky News bahwa komentar Trump menunjukkan sifat asli Presiden AS tersebut: rasis, seksis, misoginis, dan islamofobia.

Ketika ditanya apakah dia merasa aman untuk bepergian ke AS saat ini, Khan memilih untuk tidak menjawab langsung. 

Sebagai gantinya, dia menyoroti data dari Kementerian Dalam Negeri Inggris yang menunjukkan rekor baru warga Amerika yang mengajukan diri untuk menjadi warga negara Inggris. Angkanya mencapai yang tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun.

Baca juga: Usai Memorial Charlie Kirk yang Dihadiri Trump, Sampah Memenuhi Jalan dan Picu Kecaman

"Sebagai Wali Kota London, saya tahu bahwa ada rekor jumlah orang Amerika yang datang untuk tinggal dan bekerja di London. Pasti ada alasannya," kata Khan. 

"Salah satu alasannya adalah nilai-nilai kami—yang menarik orang Amerika yang sukses."

Dia menambahkan, berdasarkan pembicaraannya dengan berbagai orang di seluruh dunia, banyak yang merasa khawatir dengan keadaan Amerika di bawah kepemimpinan Presiden Trump.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :