BP Tapera dan BRK Syariah Gelar Monev FLPP di Pekanbaru, Dorong Keterhunian 100 Persen Lewat Inovasi Digital
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (22/9/2025).
Pekanbaru, Batamnews– Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (22/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari monitoring nasional di 10 provinsi percontohan, dengan dukungan BRK Syariah sebagai bank penyalur utama di wilayah Riau.
Monitoring dipimpin langsung oleh Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhammad Naufal Al Amari, bersama tim. Mereka melakukan dialog dengan penerima manfaat untuk memastikan rumah subsidi benar-benar dihuni oleh pemilik, bukan disewakan atau diperjualbelikan sebelum waktunya.
Selain memantau keterhunian, tim juga meninjau kondisi rumah pasca akad pembiayaan, sekaligus memperkenalkan sistem e-Monev dan pemanfaatan QR Code untuk pelaporan hunian secara online. Inovasi ini diperkuat dengan edukasi penggunaan aplikasi AkuHUNI (https://akuhuni.tapera.go.id) yang mewajibkan penerima manfaat melaporkan keterhunian rumahnya dua kali setahun.
Tahun ini, BP Tapera juga memperkenalkan fitur baru MBR Rating, yang memungkinkan masyarakat menilai kualitas rumah, pelayanan developer, hingga layanan bank penyalur.
“Melalui MBR Rating, kami ingin mendorong semua pihak, baik developer maupun bank penyalur, untuk terus berbenah. Target kami, seluruh rumah FLPP benar-benar layak huni dan tingkat keterhunian mencapai 100 persen,” ujar Naufal.
Dari pihak perbankan, Pemimpin Divisi Konsumer BRK Syariah, Irsyadi Syukri, menambahkan bahwa kegiatan Monev dilakukan di beberapa titik, antara lain Perumahan Griya Padat Karya 6 dan Graha Arima Rumbai, yang menjadi lokasi penerima manfaat FLPP dari BRK Syariah.
“Hal ini penting untuk menjamin program ini tepat sasaran. Selain itu, kita juga akan terus mensosialisasikan dan mengedukasi pemanfaat agar melaporkan keterhunian rumahnya dua kali dalam setahun,” ungkap Syukri.
Agenda Monev kemudian ditutup dengan pertemuan bersama perwakilan Real Estate Indonesia (REI) Riau untuk membahas langkah-langkah menjaga kualitas rumah subsidi, termasuk pengawasan mutu bangunan dan pelayanan purna jual bagi penerima manfaat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara BP Tapera, bank penyalur, dan asosiasi pengembang dalam memastikan Program FLPP tetap berkelanjutan, tepat sasaran, serta memberi manfaat maksimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Komentar Via Facebook :