Kronologi Pria 34 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Karimun
Proses evakuasi pria berinisial MI yang diduga tewas gantung diri. (Foto: istimewa)
Karimun, Batamnews – Seorang pria berinisial MI (34) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terjerat tali di dalam kamar rumahnya, Minggu dini hari (21/9/2025). Peristiwa memilukan ini terjadi di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun.
Kapolsek Meral, AKP Adi Chandra, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Sa (44), sekitar pukul 00.50 WIB. Saat itu Sa baru tiba di rumah dan merasa curiga karena adiknya tidak terlihat di ruang tamu.
“Setelah mengintip dari lubang dinding kamar yang terbuat dari triplek, ia melihat korban sudah tergantung,” kata Adi.
Kronologi Penemuan
Saksi Sa kemudian berusaha mendobrak pintu kamar sambil berteriak meminta tolong. Beberapa menit kemudian seorang tetangga, SI (49), datang membantu. Bersama-sama, keduanya menurunkan korban dengan cara memotong tali yang menjerat leher, lalu membaringkannya di atas kasur.
Sekitar pukul 01.07 WIB, saksi lainnya, HA (55), segera menghubungi pihak kepolisian. Tim dari Polsek Meral bersama Satreskrim Polres Karimun tiba di lokasi pukul 02.00 WIB untuk melakukan olah TKP.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk dilakukan visum. Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban mengalami tanda-tanda yang konsisten dengan dugaan gantung diri. Tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan lain pada tubuhnya.
Barang Bukti
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:
-
Seutas tali berwarna kuning
-
Kursi plastik putih
-
Obat-obatan
-
Surat kontrol rumah sakit
Kasus Bunuh Diri Berulang
Kapolsek Adi Chandra mengungkapkan, kasus ini merupakan kejadian ketiga di Karimun dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Selasa lalu seorang pria nekat mengakhiri hidup dengan melompat dari lantai 4 RSUD Muhammad Sani. Lalu pada Jumat, seorang pria berinisial MF (27) juga ditemukan tewas gantung diri.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menutup diri jika menghadapi masalah. Bicarakan dengan orang terdekat atau cari bantuan medis. Kami juga siap berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pencegahan hal serupa,” imbau Adi.
Polisi berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama jika ada tanda-tanda tekanan psikologis yang dialami kerabat atau tetangga.

Komentar Via Facebook :