Kematian Pria 27 Tahun di Nagoya Thamrin Batam Tak Terekam CCTV
Ilustrasi polisi saat melakukan olah TKP, di sektor Food Market Thamrin City pada Minggu (14/9) lalu. (Foto: Ilustrasi)
Batam, Batamnews - Misteri kematian pria berinisial YDF (27) yang diduga jatuh dari lantai 4 Food Market Nagoya Thamrin, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Minggu, 14 September 2025 subuh, menimbulkan banyak tanda tanya.
Pasalnya, peristiwa tersebut tidak terekam kamera pemantau (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Hal itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto, usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Tidak ada CCTV yang merekam peristiwa ini," ujarnya, Senin, 16 September 2025.
Baca juga: Saksi Ceritakan Detik Penemuan Jasad Seorang Pria 27 Tahun di Nagoya Thamrin Batam
- Tidak ada rekaman CCTV: Polisi menegaskan peristiwa jatuhnya YDF tidak terekam kamera pemantau.
- Kawasan mewah tanpa CCTV aktif: Nagoya Thamrin dikenal sebagai area kuliner dan hotel berbintang, publik heran mengapa tidak ada CCTV yang merekam kejadian.
- Kecurigaan publik & keluarga: Absennya rekaman CCTV menambah daftar kejanggalan yang dipersoalkan keluarga korban.
- Pentingnya bukti visual: Rekaman CCTV seharusnya bisa membantu menjawab misteri, termasuk dengan siapa YDF terakhir terlihat sebelum meninggal.
- Tekanan bagi polisi: Publik menunggu penjelasan mengapa CCTV tidak berfungsi atau tidak ada rekaman yang bisa diakses.
- Keterkaitan dengan perusahaan: Korban tinggal di rooftop kantor perusahaan rumput laut, tetapi pihak perusahaan juga absen sejak awal insiden, makin memperkuat sorotan soal kurangnya transparansi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik, mengingat kawasan Nagoya Thamrin tergolong kawasan mewah yang dipenuhi pusat kuliner dan hotel berbintang. Namun ironisnya, tidak ada rekaman CCTV yang bisa menjelaskan detik-detik insiden tersebut.
Sebelumnya, keluarga korban juga menyampaikan kejanggalan atas kematian YDF. Diketahui, korban bekerja di sebuah perusahaan rumput laut di Barelang, namun tinggal di mes perusahaan yang berada di lantai 4 Nagoya Thamrin sekaligus menjaga kantor.
R, adik korban, mengungkapkan bahwa sebelum meninggal YDF sempat mengonsumsi alkohol, namun keluarga tidak tahu dengan siapa ia minum.
"Iya, abang saya tinggal di rooftop sendirian. Dia kerja di perusahaan rumput laut. Infonya sebelum ditemukan meninggal dia mabuk. Nah, masalahnya dia mabuk sama siapa kami tidak tahu," ujar R, Minggu malam 14 September 2025.
R juga merasa janggal dengan kondisi jasad YDF. Menurutnya, tubuh korban tidak menunjukkan tanda luka parah seperti layaknya orang yang jatuh dari ketinggian.
"Kalau jatuh dari ketinggian minimal bocor atau patah tulang, ini nggak ada sama sekali," katanya.
Kejanggalan lain, lanjut R, terlihat saat proses otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Pimpinan perusahaan tempat korban bekerja tidak hadir mendampingi keluarga.
"Di Rumah Sakit Bhayangkara yang datang itu saya dan pihak keluarga. Bos atau pimpinan perusahaan tempat dia kerja tidak kelihatan," ucapnya.
R menambahkan, otopsi sudah dilakukan tim forensik Polda Kepri. Jenazah kemudian langsung dipulangkan ke kampung halaman.
"Jenazah sudah diterbangkan ke kampung. Kami masih menunggu hasil otopsi," tambahnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan penemuan jasad YDF.
"Iya, benar korban laki-laki. Ditemukan di sekitar Food Market Nagoya Thamrin," ujarnya.
Noval mengatakan, korban bekerja sebagai helper di perusahaan tempatnya berdinas. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian tersebut.
Baca juga: Keluarga Curiga Kematian Tangan Kanan Bos Rumput Laut di Nagoya Thamrin, Keluarga Minta CCTV Dibuka
"Korban kerjanya bantu-bantu (helper). Kami masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab meninggalnya korban," ucap Iptu Noval.
Menanggapi kecurigaan keluarga, Noval menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terdapat luka patah pada tubuh korban. "Terdapat patah pada bagian tangan dan kaki korban," ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan memanggil keluarga korban untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. "Kami harus jelaskan dengan baik terkait peristiwa ini, biar terang," ucapnya.

Komentar Via Facebook :