PKS Sindir Pemko Batam: Investasi Masuk Deras, Tapi Rakyat Masih Melarat

PKS Sindir Pemko Batam: Investasi Masuk Deras, Tapi Rakyat Masih Melarat

Paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Batam 2026, Rabu, 10 September 2025.

Nurjali

Batam, Batamnews - Fraksi PKS di DPRD Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menyuarakan kegelisahannya. Mereka melihat ada hal yang janggal: investasi di Batam memang tinggi, tetapi hal itu belum terasa dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat biasa.

Kritik ini mereka sampaikan dalam rapat paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Batam 2026, Rabu, 10 September 2025.

Juru bicara Fraksi PKS, M Mustofa, mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, derasnya investasi yang masuk ke Batam belum langsung mengangkat taraf hidup masyarakat. 

Baca juga: Selain Li Claudia Chandra, Siapa Saja Pejabat yang Hadiri Resepsi Singapura di Batam?

"Tingginya investasi di Kota Batam selama ini tidak tampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," ujar Mustofa.

Fraksi PKS mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mendesain ulang pembangunan ekonominya. Mereka ingin ekonominya lebih inklusif dan inovatif, yang benar-benar menyentuh kehidupan warga kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bukan hanya berorientasi pada bisnis-bisnis besar.

Menanggapi hal ini, Walikota Batam, Amsykar Achmad, memilih untuk menunggu waktu yang tepat. Ia menyatakan akan memberikan jawaban yang komprehensif nanti pada sesi formal untuk menanggapi semua pandangan dari setiap fraksi.

Amsykar menegaskan bahwa proses pembahasan APBD memiliki tahapannya sendiri. Setelah semua fraksi berbicara, barulah ia akan memberikan respons resmi. Ia menghargai semua masukan yang diberikan dan berjanji akan menanggapi setiap poin yang disampaikan.

Saat ditanya lebih lanjut tentang kritik bahwa investasi belum inklusif, Walikota tampak hati-hati. Ia enggan berkomentar di luar forum resmi. "Ya, makanya nanti kita jawab pada saat harinya. Kalau menjawab sekarang, bisa menjadi masalah," kata Amsykar sambil tersenyum.

Pembahasan APBD 2026 ini menjadi momen penting bagi Batam untuk mengevaluasi arah pembangunannya. 

Baca juga: Amsakar Achmad: Daya Saing Batam Ke Depan Sangat Bergantung pada Guru

Kritik dari PKS diharapkan bisa menjadi masukan berharga agar anggaran tahun depan bisa lebih memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama UMKM dan warga kecil.

Sebagai kota industri yang strategis, Batam memang tidak kekurangan investor. Tantangan terbesarnya kini adalah bagaimana mengubah investasi itu menjadi manfaat nyata yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :