Istri Dampingi WNA Singapura Hingga Akhir Hayat di Batam, Keluarga Tegaskan Tak Ada Penelantaran
Jasad Suki saat dievakuasi polisi ke Ambulance RS Bhayangkara Polda Kepri. (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews – Suasana duka menyelimuti kediaman Suki (69), warga negara Singapura yang meninggal dunia di rumahnya di Perumahan Papa Mama Residence, Batam Kota. Namun di balik kabar duka tersebut, sang istri, Wati, menegaskan bahwa almarhum tidak pernah sendiri—ia didampingi keluarga hingga mengembuskan napas terakhir.
Dalam keterangannya, Wati menyampaikan bahwa ia dan keluarga selalu berada di sisi suaminya selama proses perawatan hingga detik-detik terakhir kepergian almarhum. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan narasi yang beredar bahwa Suki ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tanpa pendampingan keluarga.
"Saya ingin meluruskan berita yang beredar. Suami saya tidak ditinggalkan, kami sekeluarga mendampingi almarhum sampai menghembuskan napas terakhir," ujar Wati, Kamis (7/8/2025).
Wati mengaku kabar yang beredar seolah-olah suaminya meninggal dalam keadaan terlantar.
"Kami dari pihak keluarga merasa seolah-olah almarhum ditelantarkan, padahal kami selalu ada untuk beliau," lanjutnya.
Almarhum Suki diketahui memiliki riwayat penyakit stroke dan menjalani perawatan rutin di Singapura. Pada Rabu malam, 6 Agustus 2025, ia meninggal di rumahnya di Perumahan Papa Mama Residence, Batam Kota.
Pihak kepolisian yang datang ke lokasi bersama Tim Pengawasan Orang Asing (POA) Polresta Barelang dan Tim Inafis memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan medis.
Dengan suara lirih, Wati berharap agar masyarakat memahami bahwa cinta dan pengabdian kepada suaminya telah ia tunaikan hingga akhir.
Komentar Via Facebook :