Dugaan Pungli dan Ketidaktransparan Pengelolaan Anggaran di Puskesmas Benan Lingga, Bendahara Dijabat Honorer
Ilustrasi
Tanjungpinang, Batamnews - Pengelolaan anggaran di Puskesmas Benan, Kabupaten Lingga, diduga tidak transparan. Salah satu pegawai Puskesmas tersebut mengungkapkan, bendahara dijabat oleh tenaga harian lepas (THL) atau honorer, sementara dugaan pungutan liar (pungli) juga mencuat.
"Saat kami tanyakan ke kepala Puskesmas dalam rapat bersama Dinas Kesehatan, dia hanya diam, tidak memberi jawaban. Begitu juga dengan pihak dinas," ujar seorang tenaga kesehatan di Puskesmas itu, Kamis, 17 Juli 2025.
Dugaan pungli muncul setelah sejumlah pegawai Puskesmas diduga menyetorkan sebagian dana proposal yang telah dicairkan kepada pembantu bendahara yang berstatus honorer.
Besaran setoran bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp7 juta. Dana tersebut diduga berasal dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga.
"Beberapa rekan mengaku sudah menyetor dan menunjukkan bukti transfer serta screenshot chat WhatsApp," tambah sumber tersebut.
Kepala Puskesmas Benan, Ismadi, membantah adanya pungli. "Informasinya tidak benar, itu salah," tegasnya saat dikonfirmasi.
Selain itu, sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) mengeluhkan kebijakan kepala Puskesmas karena bendahara resmi sering tidak berada di tempat. Hal ini semakin memperkuat dugaan ketidaktransparan pengelolaan keuangan di Puskesmas tersebut.

Komentar Via Facebook :