Penimbunan Sungai dan Bakau di Melcem Tanjung Sengkuang Diduga Sebabkan Banjir, Warga Resah
Warga RT 06 RW 01 Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, mengeluhkan kondisi banjir yang kian sering melanda kawasan Melcem.
Batam, Batamnews – Warga RT 06 RW 01 Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, mengeluhkan kondisi banjir yang kian sering melanda kawasan Melcem. Banjir yang terjadi belakangan ini diduga kuat akibat penimbunan daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan bakau yang dilakukan oleh sejumlah oknum.
Menurut laporan dari warga yang tinggal di lokasi, awalnya permukiman warga berada cukup jauh dari garis sungai dan kawasan bakau. Namun dalam beberapa tahun terakhir, area tersebut mulai ditimbun oleh pihak-pihak yang ingin mengkavling lahan menuju ke arah laut.
"Awalnya rumah-rumah warga jauh dari sungai dan bakau. Sekarang bakau sudah ditimbun, sungai jadi sempit, air nggak ngalir lancar, makanya tiap hujan Melcem sering banjir," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan.
Warga menduga penimbunan dilakukan oleh oknum masyarakat dan pengusaha yang berkepentingan untuk mendapatkan kavling di wilayah tersebut. Aktivitas ini dilakukan secara bertahap dan diduga tanpa izin resmi, serta berpotensi melanggar aturan lingkungan hidup.
"Kami takut kalau hujan deras lagi, bisa-bisa terjadi banjir besar. Tolong disampaikan kepada pihak berwenang untuk turun langsung ke lapangan sebelum terlambat," imbuh warga lainnya.
Warga berharap pemerintah Kota Batam, terutama instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PU, segera melakukan peninjauan ke lokasi DAS Melcem arah ke laut, guna menghentikan aktivitas ilegal dan mengembalikan fungsi sungai serta kawasan bakau yang rusak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kecamatan maupun kelurahan terkait laporan penimbunan ini

Komentar Via Facebook :