Polresta Barelang Periksa 11 Saksi Terkait Ledakan Maut di KM MT Federal II
Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Penyelidikan kasus ledakan maut yang terjadi di dalam galangan PT ASL Shipyard, Batam, masih terus berlanjut. Insiden tragis yang menimpa kapal tanker KM MT Federal II pada Selasa, 24 Juni 2025, itu telah menewaskan lima pekerja. Hingga kini, penyidik Satreskrim Polresta Barelang masih mendalami penyebab pasti ledakan.
"Saksi terus bertambah, hingga saat ini sudah ada 11 orang yang kita periksa," ujar Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin, Sabtu (12/7/2025) siang lalu.
Zaenal menjelaskan, 11 saksi tersebut terdiri dari karyawan PT ASL Shipyard, karyawan subkontraktor dari PT Manchar Marine Batam (MMB) dan PT Ocean Pulse Solution (OPS), serta sejumlah pekerja yang berada di lokasi saat ledakan terjadi.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri yang sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) selama tiga hari, didampingi oleh Tim Inafis Polresta Barelang serta para penyidik terkait.
"Kita masih menunggu hasil Tim Labfor Mabes Polri, kemungkinan dalam waktu dekat akan keluar hasilnya," lanjutnya.
Terkait dugaan penyebab ledakan, Kombes Zaenal memilih untuk tidak memberikan komentar sebelum hasil resmi Labfor keluar. Ia menegaskan bahwa penyebab ledakan hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan bahan kimia yang sedang dianalisis oleh tim forensik Mabes Polri.
"Makanya saya tidak mau memberikan keterangan apapun terkait penyebab ledakan ini, menunggu hasil Tim Labfor," tegasnya.
Lima Nyawa Melayang dalam Tragedi
Sebelumnya, diketahui lima pekerja tewas dalam insiden ledakan tersebut. Mereka adalah:
-
Gunawan Sinulingga (46), warga Kelurahan Kibing, Batuaji – Karyawan PT MMB
-
Janu Arius Silaban (24), warga Tapanuli Tengah – Karyawan PT MMB
-
Berkat Setiawan Gulo (22), warga Tapanuli Tengah – Karyawan PT MMB
-
Upik Abdul Wahid (32) – Karyawan PT MMB
-
Hermansyah Putra (30), warga Tanjung Uban Utara, Bintan – Karyawan PT OPS
Kelimanya menjadi korban saat melakukan pekerjaan di dalam lambung kapal yang diduga mengandung zat mudah terbakar. Hingga saat ini, masyarakat dan keluarga korban menantikan kejelasan hasil investigasi dan tanggung jawab hukum atas insiden mematikan tersebut.

Komentar Via Facebook :