KM Bukit Raya Mulai Docking 1 hingga 21 Juli 2025, Tak Ada Kapal Pengganti
KM. Bukit Raya
Batam, Batamnews – Kapal Motor (KM) Bukit Raya, yang biasa melayani jalur pelayaran ke wilayah-wilayah terpencil seperti Anambas dan Natuna, akan menjalani perawatan tahunan atau Floating Repair & Docking. Kegiatan ini akan dilaksanakan di PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan II, Tanjung Priok, terhitung mulai 1 Juli hingga 21 Juli 2025.
Setibanya di Tanjung Priok pada 1 Juli 2025, KM Bukit Raya dijadwalkan langsung melakukan proses debarakasi (pembongkaran penumpang dan barang) sebelum resmi memasuki masa perawatan rutin.
Yang menjadi perhatian masyarakat adalah, selama proses docking berlangsung, tidak akan ada kapal pengganti yang melayani rute dan trayek tetap KM Bukit Raya. Hal ini tentu berdampak pada mobilitas warga di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, yang selama ini sangat bergantung pada kehadiran kapal perintis tersebut.
Kapal ini dikenal sebagai tulang punggung transportasi laut di Kepulauan Riau dan sekitarnya, khususnya bagi masyarakat di wilayah Natuna, Anambas, dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Selain membawa penumpang, KM Bukit Raya juga berperan penting dalam mengangkut logistik, barang kebutuhan pokok, hingga pengiriman surat-surat dan dokumen penting antarwilayah.
Belum adanya kapal pengganti memunculkan kekhawatiran sejumlah warga, terutama yang memiliki jadwal perjalanan atau pengiriman barang penting pada rentang waktu tersebut. Mereka berharap pemerintah segera menyiapkan alternatif solusi, agar aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan tidak terganggu terlalu lama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait kemungkinan penyediaan kapal substitusi dari pihak operator pelayaran maupun Kementerian Perhubungan.

Komentar Via Facebook :