Kepri Terang Kian Nyata: 99,10% Rumah Tangga Kini Nikmati Listrik, Pemprov Resmikan Layanan 24 Jam di Daerah Terpencil

Kepri Terang Kian Nyata: 99,10% Rumah Tangga Kini Nikmati Listrik, Pemprov Resmikan Layanan 24 Jam di Daerah Terpencil

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan program “Kepri Terang” yang merata di seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terpencil.

Rhuuzi Wiranata

Tanjungpinang, Batamnews – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan program “Kepri Terang” yang merata di seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terpencil. Melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), kini rasio elektrifikasi di Kepri telah mencapai 99,10 persen.

Hingga Mei 2025, sebanyak 12.764 rumah tangga prasejahtera telah menikmati manfaat program BPBL selama masa pemerintahan Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Program ini menjadi bukti nyata upaya pemerataan akses listrik di provinsi kepulauan tersebut.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Harris Pratamura, pada Selasa (27/5/2025), meresmikan program BPBL di tiga wilayah: Kabupaten Bintan, Kota Batam, dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Peresmian dilakukan secara simbolis di Kampung Bagan Tanjungpiayu, Batam. 

Sebanyak 318 rumah tangga mendapat bantuan listrik baru yang bersumber dari dana CSR badan usaha pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik (IUPTL) dan kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas.

Rinciannya:

  • 30 unit di Kabupaten Bintan
  • 132 unit di Kota Batam
  • 35 unit di Kampung Bagan Tanjungpiayu
  • 156 unit di Kabupaten Kepulauan Anambas

“Kami berterima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama membantu mewujudkan program Kepri Terang. Ini sangat berarti untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nyanyang.

Selain itu, pada hari yang sama, Nyanyang juga meresmikan peningkatan layanan listrik menjadi 24 jam di empat kawasan terpencil yang sebelumnya hanya dialiri listrik selama 14 jam. Lokasi tersebut meliputi:

  1. Pulau Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam
  2. Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan
  3. Pulau Seluan, Kecamatan Seluan, Kabupaten Natuna
  4. Pulau Sugi, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun

Nyanyang menjelaskan bahwa sistem kelistrikan PLN di Kepri mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu 2021–2024. Jumlah sistem kelistrikan meningkat dari 96 menjadi 114 sistem. Dari total tersebut, sistem dengan nyala 24 jam meningkat menjadi 36 sistem (dari sebelumnya 30), sedangkan sistem dengan nyala 14 jam meningkat menjadi 78 (dari 65).

"Hingga April 2025, terdapat tambahan 8 sistem baru dengan jam nyala 24 jam di delapan ibu kota kecamatan," ungkapnya.

Namun demikian, Nyanyang mengakui masih terdapat tantangan besar. Sebanyak 86 pulau non-PLN masih hanya menikmati listrik selama 5 jam, dan terdapat 36 pulau berpenghuni yang belum sama sekali teraliri listrik.

“Ini yang akan terus kita gesa, agar seluruh wilayah Kepri bisa menikmati listrik secara merata, minimal dengan nyala 24 jam,” tegasnya.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di daerah-daerah terluar. Pemprov Kepri optimistis, dengan kerja sama semua pihak, impian “Kepri Terang” 100 persen bisa segera terwujud.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :