Kisruh Lintas Kepri vs Oceana 9 di Lingga, Sui Hiok: Ini Bukan Soal Persaingan, Tapi Pelayanan!

Kisruh Lintas Kepri vs Oceana 9 di Lingga, Sui Hiok: Ini Bukan Soal Persaingan, Tapi Pelayanan!

Anggota DPRD Lingga, Sui Hiok. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Polemik operasional antara dua operator kapal, Lintas Kepri dan Oceana 9, yang sempat memanas di Sungai Tenam, menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Kabupaten Lingga, Sui Hiok. Legislator asal Dapil 2 itu menilai bahwa konflik tersebut tak seharusnya terjadi karena kedua kapal memiliki rute pelayaran yang berbeda.

"Apa sebenarnya yang mau dikisruhkan? Lintas Kepri melayani rute Dabo – Sungai Tenam – Batam, sedangkan Oceana 9 melayani dari Pancur, Senayang, Sungai Tenam, Tajur Biru, Benan, lalu ke Batam. Hanya Sungai Tenam saja yang sama. Jadi seharusnya tidak perlu ada gesekan,” kata Sui Hiok, Senin, 28 April 2025.

Sui Hiok juga mengungkapkan kekecewaannya terkait pelayanan transportasi laut yang selama ini dirasakan masyarakat Dapil 2, meliputi Kecamatan Senayang, Kecamatan Temiang Pesisir, Katang Bidare, dan Bakong Serumpun. Menurutnya, warga di wilayah tersebut kerap merasa dianaktirikan dalam hal layanan kapal.

“Trayek memang ditetapkan untuk pulau-pulau seperti Mensanak, Benan, Tajur Biru, dan Senayang. Tapi faktanya, banyak kapal tidak berjalan atau tidak singgah. Akibatnya, warga kami kesulitan, terutama jika ada yang sakit atau harus ke Daik untuk urusan pemerintahan. Mereka harus mengeluarkan biaya yang besar,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi kehadiran kapal Oceana 9 yang dinilai mampu menjawab kebutuhan transportasi masyarakat pulau-pulau kecil di Dapil 2.

“Tak mudah mendatangkan operator seperti Oceana ke daerah kami. Kehadiran mereka sangat membantu, dan ini harus dipertahankan,” tegas Sui Hiok.

Lebih lanjut, Sui Hiok menyayangkan insiden yang terjadi beberapa hari lalu, di mana kapal Oceana 9 sempat dihentikan di Sungai Tenam karena harus menunggu kapal Lintas Kepri melintas terlebih dahulu. Menurutnya, tindakan tersebut keliru karena Sungai Tenam adalah pelabuhan transit, bukan pelabuhan pangkal.

“Ini keliru besar. Kalau ada warga yang sakit dan ingin dirujuk ke Batam, apakah harus menunggu kapal lain dulu? Bagaimana kalau kapal dari Dabo menuju Sungai Tenam terhambat cuaca atau kerusakan mesin, lalu Oceana 9 juga harus menunggu? Ini sudah tidak masuk akal,” kata Sui Hiok.

Ia pun mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga dan pihak Syahbandar untuk bersikap tegas dan adil dalam pengaturan pelayaran antaroperator. Jangan sampai terjadi diskriminasi yang berdampak langsung pada masyarakat kepulauan.

Sui Hiok menambahkan bahwa polemik ini telah memicu keresahan sejumlah camat di wilayah Dapil 2. “Mereka meminta dengan sangat agar Oceana 9 tidak diberhentikan. Ini menunjukkan betapa pentingnya kapal tersebut bagi masyarakat pulau,” tutupnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :