Anak Korban Kecelakaan di Batam Minta Keadilan: `Sopirnya Harus Ditangkap!`
Uut Wulandari, anak mandor bangunan korban tabrakan di Batam. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Slamet Purwono (53), mandor bangunan yang menjadi korban tabrak lari di Jalan Ahmad Yani, Batam Centre, pada Rabu, 23 April 2025, sekitar pukul 18.30 WIB. Slamet meninggal dunia setelah ditabrak bus Bimbar saat hendak membeli makanan dan mengirim uang jajan untuk anaknya.
Anak korban, Uut Wulandari, menyuarakan harapannya agar polisi segera menangkap pelaku. “Aku cuma pengen ayah dapet keadilan, seenggaknya supir itu ketangkap. Ayah nemenin aku cuma 15 tahun doang nih yah? Ga asik ah ayah aku mah gitu,” ungkap Wulan dengan nada sedih.
Ia mengenang sosok ayahnya sebagai figur penyayang dan bertanggung jawab. “Itu ayah kesayanganku. Keinget waktu ultah pas aku SD kelas 2, aku dibeliin boneka beruang segede bagong. Ayah sering antar jemput aku sekolah sampai aku SMA,” katanya.
Menurut Wulan, Slamet tak biasa keluar malam, namun saat itu bersikeras ikut pergi. “Ayah kekeh minta ikut, akhirnya ayah yang bawa motor,” ujarnya. Slamet saat itu mengendarai motor bersama seorang rekan kerja yang mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut.
Kini Wulan hanya bisa mengenang ayahnya dari Medan, karena tidak sempat hadir langsung saat pemakaman di Batam. “Sakit, nggak adil banget sopirnya kabur gitu aja. Aku nggak punya ayah lagi, nggak bisa jenguk makam ayah,” tulisnya dalam pesan pribadi.
Pihak kepolisian belum merilis informasi terbaru mengenai identitas maupun keberadaan pengemudi bus yang terlibat. Wulan berharap masyarakat ikut menyuarakan agar kasus ini mendapatkan perhatian dan keadilan segera ditegakkan.

Komentar Via Facebook :