Menteri P2MI Tinjau Pelabuhan Batamcenter, Ungkap Modus TKI Ilegal ke Malaysia

Menteri P2MI Tinjau Pelabuhan Batamcenter, Ungkap Modus TKI Ilegal ke Malaysia

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Khadir Karding saat tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter.

Nurjali

Batam, Batamnews - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Khadir Karding, bersama rombongan mengunjungi Pelabuhan Internasional Batamcenter, Kamis, 25 April 2025. 

Pelabuhan ini merupakan salah satu pintu masuk utama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia.  

Menurut pantauan Batamnews.co.id, rombongan tiba di pelabuhan sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka meninjau kondisi pelabuhan, termasuk struktur bangunan dan seluruh lantai yang dikelola pihak swasta. 

Baca juga: Pemko Batam Salurkan Hibah Rp1 Miliar untuk Bantu Transportasi Jamaah Calon Haji

Selain itu, rombongan juga memasuki area ruang tunggu penumpang serta berbincang dengan sejumlah calon pekerja migran yang hendak berangkat ke luar negeri.  

Dalam wawancara doorstop, Abdul Khadir menjelaskan alasan peninjauan langsung ke Pelabuhan Batamcenter. Ia menyebut, sepanjang 2024, ribuan TKI yang dideportasi dari Malaysia atau Singapura mengaku masuk melalui pelabuhan ini.  

"Makanya saya datang langsung ke sini untuk melihat kondisi pelabuhan," ujarnya.  

Abdul menegaskan, sistem yang baik tidak akan efektif jika masih ada oknum yang memfasilitasi TKI secara ilegal. Berdasarkan pengakuan sejumlah TKI yang diamankan di luar negeri, terdapat modus operandi terorganisir di pelabuhan ini.  

"Modusnya, TKI dibawa masuk dengan cara wisata. Begitu sampai di Malaysia, ada jaringan yang mengatur mereka. Inilah yang menyebabkan banyak TKI akhirnya dideportasi," jelasnya.  

Baca juga: Kapolresta Barelang Panggil Belasan Ormas, Ini Tujuan Strategisnya

Dari seluruh pelabuhan internasional di Indonesia, Abdul menyayangkan bahwa Batam menjadi salah satu lokasi paling banyak digunakan TKI untuk masuk secara resmi, namun justru banyak yang menjadi korban pelanggaran imigrasi di Malaysia.  

"Kita berharap ke depan kejadian seperti ini tidak terulang. Instansi terkait harus menempatkan oknum yang profesional," pungkasnya.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :