Wabah DBD Renggut Dua Nyawa Anak di Karimun, Dinkes Imbau Warga Waspada dan Aktif Cegah Penyebaran

Wabah DBD Renggut Dua Nyawa Anak di Karimun, Dinkes Imbau Warga Waspada dan Aktif Cegah Penyebaran

Ilustrasi pasien DBD. (Foto: Getty Images/iStockphoto/wckiw)

Rhuuzi Wiranata

Karimun, Batamnews – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam kurun waktu dua hari, dua pasien anak dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Korban pertama adalah anak laki-laki berusia 9 tahun yang meninggal dunia pada Minggu, 20 April 2025, disusul seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun yang menghembuskan napas terakhir pada Senin, 21 April 2025. Remaja tersebut sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Muhammad Sani sejak Sabtu malam, 19 April 2025, namun nyawanya tidak tertolong setelah tiga hari dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi, mengonfirmasi kabar duka ini. Ia menyebut bahwa kedua pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah kritis.

“Dengan demikian, dalam dua hari ini telah tercatat dua korban meninggal akibat DBD. Kami sangat berharap tidak ada lagi korban jiwa,” kata Rachmadi saat dikonfirmasi, Selasa, 22 April 2025.

Rachmadi menekankan bahwa upaya pencegahan penyebaran DBD tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangbiaknya nyamuk.

"Peran aktif masyarakat sangat penting, terutama melalui kegiatan gotong royong dalam membersihkan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat berkembang biaknya nyamuk. Jangan anggap enteng jika mengalami demam,” tegasnya.

Saat ini, terdapat dua pasien DBD lain yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Seorang anak dari Kecamatan Kundur dan seorang pasien dewasa dari Kecamatan Karimun. Keduanya dilaporkan dalam kondisi stabil dan terus dipantau oleh tim medis.

Dinas Kesehatan Karimun juga telah meningkatkan pengawasan dan pengendalian kasus DBD di berbagai wilayah, terutama di titik-titik rawan yang memiliki riwayat kasus tinggi. Upaya fogging (pengasapan), penyuluhan, serta pemeriksaan jentik secara berkala terus digencarkan.

Dengan peningkatan kasus dan munculnya korban jiwa, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala hebat, atau muncul bintik merah di kulit. Deteksi dini dan penanganan cepat disebut sebagai kunci utama untuk mencegah fatalitas akibat DBD.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :