Rp 3,6 Miliar untuk 4 Hyundai Palisade: Ketua DPRD Batam Tegaskan Bukan Dampak Efisiensi
Rapat Paripurna DPRD Kota Batam sahkan Ranperda APBD 2025.
Batam, Batamnews – Ketua DPRD Kota Batam, Kamaluddin, menegaskan bahwa pengadaan mobil dinas untuk pimpinan DPRD tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.
Menurutnya, pengadaan empat unit Hyundai Palisade senilai Rp 3,6 miliar telah dianggarkan sejak tahun lalu (2024), sebelum kebijakan efisiensi diterapkan.
"Penganggarannya tahun lalu, sebelum ada proses efisiensi. Kebijakan efisiensi ini tidak menyangkut pengadaan mobil dinas," jelas Kamaluddin.
Ia menambahkan bahwa efisiensi hanya berpengaruh pada kegiatan seremonial, konsumsi, dan perjalanan dinas.
Sementara itu, pengadaan mobil dinas harus mengikuti Standar Satuan Harga (SSH) yang ditetapkan secara nasional.
"Ada standar nasional untuk mobil dinas pimpinan, seperti Wali Kota, Ketua DPRD, dan Wakil Ketua DPRD. Hyundai Palisade terbaru ini sesuai dengan SSH yang berlaku," ujarnya.
Selama ini, pimpinan DPRD Batam menggunakan mobil operasional, bukan mobil dinas.
"Kami selama ini pakai mobil operasional, yaitu Fortuner milik Sekretariat. Mobil dinas nanti juga akan dikembalikan setelah masa jabatan berakhir," kata Kamaluddin.
Sebagai bagian dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD berhak mendapatkan fasilitas mobil dinas sesuai ketentuan.
"Wali Kota plat BP-1, Wakil Wali Kota BP-2, Ketua DPRD BP-3, Kapolres BP-4, Dandim BP-5, Kajari BP-6, dan seterusnya. Ini bagian dari fasilitas Forkopimda," jelasnya.
Kamaluddin juga menyebutkan bahwa pimpinan DPRD tidak menerima tunjangan transportasi, sehingga selama ini menggunakan mobil operasional sebagai pengganti.
Baca juga: Penutupan Sungai Baloi Indah Tak Kunjung Dikeruk, Warga Kezia Kebanjiran
"Unsur pimpinan DPRD tidak dapat tunjangan transportasi, hanya mobil operasional. Namun, mobil dinas tetap diperlukan sesuai standar," tegasnya.
Ia menekankan bahwa pengadaan mobil dinas ini telah direncanakan jauh sebelumnya dan tidak terkait dengan kebijakan efisiensi.
"Ini bukan berarti saat ada efisiensi kami malah beli mobil. Penganggarannya sudah setahun lalu. Semua program pasti direncanakan sebelumnya, tidak bisa langsung beli saat itu juga," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :