Panen Raya Jagung Manis di Batam: Bukti Sinergi Polri, Petani, dan Pemerintah Dukung Ketahanan Pangan

Panen Raya Jagung Manis di Batam: Bukti Sinergi Polri, Petani, dan Pemerintah Dukung Ketahanan Pangan

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep dan Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Anom, berikan bantuan pupuk kepada Kelompok Tani di Batam. (foto. istimewa).

Nurjali

Batam, Batamnews – Sebagai bagian dari upaya strategis mendukung ketahanan pangan nasional, Polda Kepulauan Riau menggelar panen raya jagung manis di lahan seluas 1,5 hektare milik Kelompok Tani Maju Bareng di Tembesi Sidomulyo, Kota Batam. 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara Polri, petani, dan pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.  

Acara ini dihadiri oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, beserta jajaran pejabat utama Polda Kepri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Anom Wibowo, Irwasda, Kombes Pol. Sri Satyatama, Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Zaenal Arifin serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam.

Baca juga: Lori Buah Tumpah di Jalan Mukakuning-Tanjung Uncang, Sopir dan Warga Adu Mulut

Turut hadir pula Danramil 02 Sekupang, Kapolsek Sagulung, Camat Sagulung, Lurah Tembesi, serta tokoh masyarakat setempat.  

Bunyaman, Ketua Kelompok Tani Maju Bareng, menyampaikan terima kasih atas bantuan Polri berupa sarana produksi pertanian seperti pompa air, bibit, pupuk, dan pendampingan teknis. 
Namun, ia juga menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat mempercepat proses legalisasi lahan yang hingga kini belum memiliki surat keputusan (SK) tetap.  

"Kami bersyukur atas dukungan Polri, tetapi kami membutuhkan kepastian hukum atas lahan ini agar bisa bertani dengan aman dan berkelanjutan," ujarnya.  

Dansat Brimob Polda Kepri, Kombes Pol. M. Faishal Aris, menjelaskan bahwa penanaman jagung telah dimulai sejak 24 Januari 2025 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.  

"Hari ini kita panen perdana dari lahan 1,5 hektare dengan hasil sekitar 1 ton. Ini langkah awal menuju kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor," jelasnya.  

Baca juga: Apa Saja Fitur Taman Instagramable Digagas Amsakar & Li Claudia di Baloi Indah? Ini Detailnya!

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah isu strategis yang memengaruhi stabilitas nasional. Ia menyatakan bahwa Polda Kepri akan terus mendorong pengembangan pertanian yang tangguh.  

"Program ini bukan sekadar seremonial. Sejak Januari, kami telah menanam di Nongsa dan Tembesi seluas 18,8 hektare, dengan target mencapai 10.933 hektare ke depan," tegasnya.  

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi petani, seperti legalitas lahan dan keterbatasan akses BBM bersubsidi. Polda Kepri berkomitmen menjadi jembatan antara petani, pemerintah, dan swasta untuk mencari solusi berkelanjutan.  

Acara ditutup dengan panen simbolis jagung manis oleh Kapolda Kepri bersama petani, menandai kesuksesan tahap awal program ini dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor di masa depan.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :