Pedagang Barang Bekas Tolak Digusur di Pasar Angkasa Batam, Diduga Diintimidasi Terkait Pembangunan Pub First Club
Suasana di Pasar Angkasa Batam, dimana para pedagang barang bekas menolak untuk digusur. (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews – Ketegangan terjadi di halaman pertokoan Komplek Pasar Angkasa, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa, 8 April 2025, saat belasan pedagang barang bekas menolak penggusuran yang diduga dilakukan oleh orang-orang suruhan manajemen Pub First Club, sebuah tempat hiburan malam yang disebut-sebut akan menjadi salah satu yang paling eksklusif di Batam.
Pantauan Batamnews di lokasi, para pedagang menunjukkan perlawanan dan menolak penggusuran dengan alasan mereka telah berjualan puluhan tahun di lokasi tersebut. Para pedagang juga mengaku sering mendapat intimidasi sejak dimulainya pembangunan Pub First Club di sekitar area pasar.
"Sering kami diintimidasi sejak pembangunan First Club," aku Akir salah seorang pedagang.
Pedagang lainnya, Nur mengaku ada penawaran pergantian lapak, tapi nilainya tidak wajar, karena dianggap sangat murah. Selama ini, pengelola menawarkan uang ganti rugi Rp2 juta setiap lapaknya, dan angka tersebut ditolak banyak pedagang.
"Kami tak akan pindah, kalau pindah pun mau berjualan dimana lagi kami," keluhnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada satupun pihak terkait ke lokasi kejadian baik dari pengelola First Club, pihak Kepolisian dan juga perangkat RT setempat. Terlihat, belasan pedagang masih mempertahankan lapak jualannya dan terus melakukan penolakan penggusuran.
Kepala Satpol PP Batam, Imam Tohari ketika dikonfirmasi, mengaku belum mendapatkan laporan terkait peristiwa tersebut. "Kita belum dapat laporan, kalau ada laporan resminya kita akan gusur," katanya.
Ia menjelaskan, pedagang kaki lima tidak diperbolehkan berjualan di depan pertokoan. Pemilik ruko kata dia jelas akan merasa keberatan, pasalnya lahan tersebut semestinya dikuasai pemilik ruko, bukan pedagang kaki lima.
"Kita bayangkan saja, kalau orang berjualan di depan ruko milik kita. Apakah kita menerima, pasti tidak," ujarnya mengibaratkan.
Dengan permasalahan yang terjadi di Pasar Angkasa ini, Imam menghimbau, jika lokasi berjualannya telah mengganggu pemilik ruko diharapkan pergi dan jika sudah ada laporan maka semua pedagang dipastikan akan digusur oleh jajarannya.
(Tommy Purniawan)

Komentar Via Facebook :