Akar Bhumi Indonesia Soroti Proyek di Samping Hotel Vista, Resapan Air Terancam
Kawasan perbukitan yang kini hampir gundul.
Batam, Batamnews - Hendrik Hermawan, Ketua Akar Bhumi Indonesia (ABI) memberikan tanggapan terkait penggunaan lahan resapan air yang berlokasi di samping Hotel Vista. Menurut Hendrik, keselamatan pembangunan dalam skala luas di Batam harus benar-benar dikualifikasi mengenai proses perizinannya.
"Segala bentuk aktivitas pembangunan memang harus kita kontrol bersama," ujar Hendrik, Senin, 24 Maret 2025.
Hendrik menjelaskan bahwa lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Taman Wisata Alam Muka Kuning. "Ya, lokasi itu berbatasan langsung dengan hutan konservasi. Di situ ada pagar sebagai batasnya," jelasnya.
Menurutnya, jika tidak ada perubahan pada area tersebut, maka akan terjadi migrasi flora dan fauna. "Tapi yang jelas, perlu teman-teman ketahui bahwa sejauh kebijakan kami, area tersebut bukan hutan," tegas Hendrik.
Ketika ditanya mengenai status lahan tersebut, Hendrik menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi. Terkait kekhawatiran akan potensi banjir dan tanah longsor, Hendrik mengakui bahwa Kota Batam yang berbukit-bukit memerlukan rekayasa yang ramah lingkungan dan aman.
"Ramah lingkungan artinya tidak berdampak buruk pada lingkungan, dan aman berarti tidak membahayakan masyarakat di sekitarnya. Contohnya, ketika tutupan lahan luas itu dihilangkan, baik pohon maupun semak belukar, maka tidak ada lagi resapan air," jelasnya.
"Konsekuensinya adalah ketika hujan turun, air tidak bisa diserap dengan baik. Perlu diketahui bahwa geologi Batam adalah batuan berbogit yang memiliki kemampuan menyerap air," tambahnya.
Ia juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa Batam terancam mengalami berbagai masalah lingkungan akibat hilangnya tempat-tempat resapan air karena tata kelola lingkungan yang kurang baik.
Ketika ditanya mengenai proyek di sebelah Hotel Vista, apakah sudah memiliki izin atau masih ilegal, Hendrik mengaku belum mengetahui secara pasti.
"Mudah-mudahan kami akan segera memverifikasi terhadap informasi dari masyarakat dan media. Kami sudah menanyakan hal ini kepada Dinas Lingkungan Hidup, namun belum ada jawaban," pungkasnya.
Komentar Via Facebook :