Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Brutal di Depan Favorite Massage Batam, Gegara Knalpot Brong
Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja tangkap para pelaku pengeroyokan di depan Favorite Massage, Penuin, Lubuk Baja, Batam. (foto. istimewa).
Batam, Batamnews - Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Baja berhasil meringkus empat pelaku pengeroyokan yang terjadi di depan Favorite Massage, Penuin, Lubuk Baja, Kota Batam, pada Minggu, 16 Maret 2025 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Dalam insiden tersebut, dua pemuda, Syah Putra Hariyanto (24) dan Manahan Pakpahan (19), menjadi korban serangan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius, termasuk gigi patah, lebam di kepala, serta luka di wajah dan tubuh.
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Rangga Primazada, melalui Kanit Reskrim, Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap empat pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
"Iya benar, para pelaku telah kami tangkap. Satu orang diamankan di Pintu Air, Sei Beduk, dan tiga lainnya ditangkap di Kavling Sambau, Nongsa," ungkap Iptu Noval kepada batamnews.co.id pada Selasa, 18 Maret 2025 pagi.
Lebih lanjut, Iptu Noval menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan itu bermula dari kesalahpahaman akibat suara bising knalpot brong sepeda motor yang dikendarai korban. Hal itu membuat para pelaku tersinggung dan berujung pada cekcok hingga berakhir dengan pengeroyokan.
"Motifnya adalah kesalahpahaman dan cekcok terkait suara knalpot brong yang digunakan korban, yang kemudian memicu emosi para pelaku hingga nekat melakukan pengeroyokan," jelasnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.
"Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP, karena melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang lain," tegas Iptu Noval.
Dengan tertangkapnya para pelaku, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih mengendalikan emosi dan menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Komentar Via Facebook :