Ismiyati Minta Disdik dan Disnaker Fasilitasi Lulusan SMK Agar Mudah Masuk Dunia Kerja
Anggota DPRD Kepri, Ismiyati. (Foto: istimewa)
Tanjungpinang, Batamnews – Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Hj. Ismiyati, mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri untuk berkolaborasi dalam memastikan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat langsung terserap di dunia industri.
Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan industri harus diperkuat, sehingga lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
"Meskipun sudah ada kerja sama dengan dunia industri, pemerintah masih perlu memperluas dan memperkuat kolaborasi ini. Selama ini, banyak lulusan SMK kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kurangnya link and match antara pendidikan dan dunia usaha. Oleh karena itu, kami mendorong Disdik dan Disnaker untuk menyusun program bersama yang bisa menjembatani kebutuhan ini," ujar Ismiyati, yang juga merupakan Ketua DPD PKS Tanjungpinang, Sabtu, 15 Maret 2025 kemarin.
Baca juga: Wahyu Wahyudin Desak Disperindag Kepri Perketat Pengawasan SPBU, Cegah Kecurangan Takaran BBM
Ismiyati menekankan bahwa pemerintah daerah perlu memfasilitasi lebih banyak kerja sama dengan perusahaan di berbagai sektor industri. Dengan adanya program magang, pelatihan berbasis industri, serta sertifikasi keahlian, para lulusan SMK akan memiliki pengalaman dan keterampilan yang lebih siap pakai saat memasuki dunia kerja.
"Lulusan SMK harus diberikan kesempatan untuk magang dan mendapatkan sertifikasi keahlian, sehingga ketika mereka lulus, mereka sudah siap bekerja dan tidak hanya menjadi pencari kerja," tambahnya.
Selain program magang dan pelatihan, Ismiyati juga menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan tenaga kerja di Kepri. Menurutnya, sektor-sektor strategis seperti maritim, pariwisata, dan manufaktur masih membutuhkan banyak tenaga kerja terampil. Oleh karena itu, kurikulum SMK harus disesuaikan dengan perkembangan industri yang ada di daerah.
"Jika kita tahu industri mana yang paling membutuhkan tenaga kerja, maka sekolah-sekolah bisa menyesuaikan kurikulum dan memberikan pelatihan yang relevan. Dengan begitu, lulusan SMK tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan di lapangan kerja," jelasnya.
Sebagai bagian dari Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi pendidikan, Ismiyati menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebijakan ini. Ia berharap Disdik dan Disnaker Kepri segera mengambil langkah konkret agar lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di dunia industri.
"Kami ingin melihat SMK benar-benar menjadi sekolah kejuruan yang menghasilkan lulusan siap kerja, bukan sekadar tempat belajar teori. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong pemerintah daerah agar segera merancang strategi yang efektif dalam menghubungkan pendidikan dengan dunia industri," pungkasnya.
Dengan adanya perhatian dari DPRD Kepri dan langkah konkret dari pemerintah daerah, diharapkan lulusan SMK di Kepulauan Riau dapat lebih mudah terserap di dunia kerja dan berkontribusi dalam perekonomian daerah.
Komentar Via Facebook :