Fakta Menarik tentang Pujasera atau Foodcourt di Batam yang Jarang Diketahui Orang Luar Kepri, Halal Haram Jadi Satu Tempat
Ilustrasi pujasera
Batam, Batamnews - Batam, sebagai kota industri dan tujuan wisata, memiliki beragam tempat makan yang menarik, salah satunya adalah pujasera atau foodcourt. Namun, di balik kemeriahan dan keberagaman kuliner yang disajikan, ada beberapa fakta unik yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang luar Kepri. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Ragam Kuliner: Dari Halal hingga Haram
Pujasera atau foodcourt di Batam dikenal tidak hanya karena beragam jenis kuliner yang tersedia, tetapi juga karena adanya campuran antara makanan halal dan non-halal dalam satu lokasi. Berbagai olahan daging babi, seperti char siu, siew yuk, hingga babi panggang, tersedia di sejumlah stan makanan yang berada dalam satu kompleks dengan makanan halal. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim, terutama dalam memastikan makanan yang dikonsumsi sesuai dengan syariat Islam. Tidak jarang juga, makanan halal dan non-halal ditempatkan berdekatan, sehingga perlu kehati-hatian dalam memilih tempat makan.
2. Pusat Konsumsi Minuman Keras
Selain sebagai tempat makan, banyak pujasera atau foodcourt di Batam juga menjadi pusat penjualan minuman keras (miras). Sponsor dari berbagai merek minuman seperti Bintang dan Carlsberg sering kali mendukung tempat-tempat ini, sehingga tidak heran jika pengunjung akan sering menjumpai Sales Promotion Girl (SPG) yang menawarkan miras. Bagi wisatawan asing atau pengunjung yang tidak memiliki larangan konsumsi alkohol, hal ini mungkin bukan masalah. Namun, bagi umat Muslim, kondisi ini sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai Islam dan slogan Batam sebagai Kota Madani. Pada bulan Ramadhan, suasana ini semakin terasa kontras dengan suasana religi yang diharapkan.
3. Tempat Hiburan dengan Fasilitas Karaoke
Tak hanya menyajikan makanan dan minuman, beberapa pujasera juga menyediakan fasilitas hiburan berupa panggung karaoke. Para pengunjung dapat menyumbangkan suara mereka, bernyanyi dengan iringan musik langsung dari organ tunggal atau rekaman instrumen. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin bersantai dan melepas penat setelah seharian bekerja.
4. Keberadaan SPG Minuman yang Menonjol
Jika masuk ke salah satu pujasera di Batam, pengunjung akan langsung disambut oleh sejumlah SPG yang menjajakan berbagai merek minuman, baik ringan maupun beralkohol. Yang menarik, jumlah SPG minuman keras biasanya lebih banyak dibandingkan SPG minuman ringan. Mereka menawarkan berbagai pilihan minuman dengan kadar alkohol yang beragam, mulai dari yang rendah hingga yang lebih tinggi. Penyajian miras biasanya dilakukan dengan cara meletakkan botol-botolnya dalam ember berisi es batu. Beberapa SPG bahkan turut menemani pelanggan yang menikmati minuman tersebut, menciptakan suasana yang lebih santai dan interaktif.
5. Luas dan Berlokasi Strategis
Pujasera di Batam umumnya berlokasi di pusat kota dan area perdagangan. Beberapa area yang terkenal dengan banyaknya pujasera antara lain Lubuk Baja (Nagoya, Penuin, Windsor), Batu Ampar, Batuaji, dan beberapa kecamatan lainnya. Luasnya tempat ini bisa mencapai 50 meter x 50 meter, atau sekitar empat kali lapangan futsal. Dengan kapasitas yang dapat menampung ratusan orang, pujasera ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti kipas angin, toilet, meja dan kursi yang tertata rapi, serta berbagai tenant makanan yang menawarkan aneka hidangan Nusantara, mulai dari nasi goreng hingga seafood segar.
Pujasera di Batam menawarkan pengalaman kuliner yang unik dengan keberagaman menu dan suasana yang khas. Namun, bagi sebagian orang, terutama umat Muslim, penting untuk lebih selektif dalam memilih tempat makan agar sesuai dengan keyakinan dan nilai yang dianut. Dengan mengetahui fakta-fakta ini, pengunjung dapat lebih bijak dalam menikmati kuliner di Batam tanpa kehilangan esensi dari pengalaman wisata kuliner yang ditawarkan kota ini.
Komentar Via Facebook :