Sebelum Ditikam OTK, Hakim PA Batam Sempat Tangani Kasus Perceraian
Humas PA Batam, Azizon. (Foto: Andri/Batamnews)
Batam, Batamnews - Seorang hakim Pengadilan Agama (PA) Batam, Gusnahari, menjadi korban penusukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di kediamannya di Cipta Garden, Sekupang, pada Kamis, 6 Maret 2025 pagi. Insiden itu terjadi saat Gusnahari hendak berangkat ke kantor usai melayat ke rumah tetangganya.
Menurut keterangan Humas PA Batam, Azizon, sebelum insiden terjadi, Gusnahari sempat menangani perkara perceraian di PA Batam. Namun, ia memastikan bahwa kasus yang ditangani berjalan lancar tanpa ada masalah.
"Sebelumnya beliau menangani kasus perceraian, tapi semuanya berjalan lancar dan sesuai aturan yang berlaku," ujar Azizon saat diwawancarai.
Baca juga: Breaking News! Hakim Pengadilan Agama Batam Ditusuk OTK di Depan Rumahnya Sekupang
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku datang mengenakan helm dan langsung menyerang korban di depan rumahnya. Sementara itu, rekan pelaku menunggu di atas motor yang diparkir agak jauh dari lokasi kejadian.
"Ada orang pakai helm tiba-tiba masuk ke rumahnya saat beliau hendak pergi kerja. Setelah menusuk, pelaku langsung kabur ke arah rekannya yang menunggu di motor," jelas Azizon.
Hingga kini, motif penusukan masih menjadi tanda tanya. Namun, Azizon mengingatkan agar para hakim lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya.
"Kami tidak tahu apa motifnya, tapi memang profesi hakim tidak bisa memuaskan semua pihak. Jadi, perlu lebih waspada," tambahnya.
Baca juga: Polda Kepri Terima Kunjungan Kerja MKD DPR RI, Perkuat Sinergi Penegakan Etika dan Hukum
Akibat insiden ini, Gusnahari mengalami luka serius dan saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit BP Batam, Sekupang. Pihak keluarga korban pun telah melaporkan kasus ini ke Polsek Sekupang untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Laporan sudah dibuat di Polsek Sekupang. Kami berharap pelaku segera tertangkap dan kasus ini bisa segera terungkap," tutup Azizon.
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP M. Debby Tri Andrestian, membenarkan adanya laporan terkait insiden tersebut.

Komentar Via Facebook :