Dishub Kepri Anggarkan Rp3,42 Miliar untuk Dermaga Apung di Kabupaten Lingga
Dermaga apung HDPE di Dermaga Tanjung Buton, Lingga. (Foto: istimewa)
Lingga, Batamnews – Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Riau (Kepri) mengalokasikan anggaran Rp3,42 miliar pada tahun 2025 untuk pembangunan dan rehabilitasi dermaga apung di Kabupaten Lingga. Berdasarkan data yang dilansir dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), anggaran tersebut digunakan untuk dua proyek utama di sektor perhubungan laut.
Adapun proyek yang akan dikerjakan adalah Pengadaan dan Pemasangan Dermaga Apung HDPE di Pelabuhan Jagoh dengan nilai anggaran Rp2,7 miliar dan Rehabilitasi Dermaga Apung HDPE di Pelabuhan Tanjung Buton dengan nilai anggaran Rp720 juta.
Investasi pada dermaga apung HDPE ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas transportasi laut serta mempermudah aksesibilitas masyarakat yang bergantung pada jalur perairan. Pelabuhan Jagoh dan Pelabuhan Tanjung Buton merupakan dua titik penting dalam jalur transportasi laut di Kabupaten Lingga, yang melayani mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perdagangan.
Baca juga: Peringati HUT ke-20 Polda Kepri, Polsek Daik Lingga Gelar Bakti Sosial di Bulan Ramadan
Pembangunan dermaga apung HDPE di Pelabuhan Jagoh diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan pelabuhan, sementara rehabilitasi dermaga di Pelabuhan Tanjung Buton bertujuan untuk memastikan infrastruktur yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jasa transportasi laut.
Dengan adanya pembangunan dan rehabilitasi dermaga apung, diharapkan perekonomian lokal juga akan terdorong, terutama bagi sektor nelayan, pedagang, dan pelaku usaha transportasi laut. Selain itu, proyek ini juga mendukung pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Lingga, mengingat daerah ini memiliki potensi wisata yang terus berkembang.
Pemerintah daerah bersama Dishub Kepri berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur transportasi laut guna memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat serta meningkatkan daya saing wilayah di sektor maritim.

Komentar Via Facebook :