Pemko Batam Respons Cepat Keluhan Warga, Pagar Seng Biru di Sei Panas Dibongkar

Pemko Batam Respons Cepat Keluhan Warga, Pagar Seng Biru di Sei Panas Dibongkar

Pagar Seng Biru di Depan Ruko Tanah Mas, Sei Panas, Batam, dibongkar bersama petugas Sat Pol PP, Jumat (28/02/2025) pagi. (Foto. batamnews.co.id).

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait berdirinya pagar seng biru di kawasan Ruko Tanah Mas, Sei Panas, Kota Batam. Pagar tersebut sempat menimbulkan keresahan, terutama bagi pemilik usaha di area tersebut.

Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak perusahaan yang membangun pagar tersebut, akhirnya pagar seng biru resmi dibongkar pada Jumat, 28 Februari 2025 pagi. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Batam, Imam Tohari, membenarkan hal tersebut.

"Iya benar, hari ini pagar seng biru yang berada di Sei Panas telah dibongkar bersama petugas Satpol PP," ujar Imam saat dikonfirmasi oleh batamnews.co.id.

Imam menjelaskan, bahwa langkah ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan mendengar keluhan masyarakat. Selain menjaga kondusifitas lingkungan, pembongkaran juga dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan perusahaan terkait.

Baca juga: Wawako Batam Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kebersihan Lingkungan, Dorong Program 3R

"Ini bukti bahwa pemerintah merespon keluhan masyarakat. Demi menjaga kenyamanan dan ketertiban, kami berkoordinasi dengan perusahaan, dan alhamdulillah mereka bersedia membongkar pagar tersebut bersama Satpol PP," jelasnya.

Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa pembongkaran ini juga dilakukan atas arahan pimpinan Pemko Batam yang selalu menaruh perhatian terhadap setiap laporan masyarakat.

"Pimpinan sangat respek terhadap keluhan warga. Oleh karena itu, atas arahan beliau dan kesepakatan dengan perusahaan, pagar seng biru ini akhirnya dibongkar hari ini," tambahnya.

Dengan pembongkaran ini, warga sekitar Ruko Tanah Mas kini bisa kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa adanya hambatan dari keberadaan pagar tersebut. Langkah cepat Pemko Batam ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasa didengar dan diperhatikan.

Baca juga: Polsek Batam Kota Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Perumahan Garden Raya

Sebelumnya diberitakan, warga Komplek Ruko Tanah Mas, Sei Panas, Batam Kota, mengeluhkan kondisi jalan yang sempit serta debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Laksamana Bintan semakin memperparah situasi, terutama saat jam sibuk berangkat dan pulang kerja.

"Kami sangat terganggu dengan jalan yang sempit dan debu. Kemacetan sering terjadi di sini, apalagi saat pagi dan sore hari," ujar Win, salah satu warga saat diwawancarai, Rabu, 19 Februari 2025.

Menurutnya, kemacetan ini tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga pada para pemilik usaha di Komplek Ruko Tanah Mas. Banyak pelanggan yang enggan datang karena akses jalan yang sulit, sehingga berpengaruh pada pendapatan mereka. Selain itu, keberadaan dua sekolah di sekitar kawasan ini juga mengalami kemacetan lalu lintas pada saat antar-jemput anak sekolah.

Warga berharap, Pemerintah Kota Batam segera melakukan pelebaran jalan sebagai solusi utama untuk mengurai kemacetan dan mengurangi polusi debu. Namun, upaya ini diprediksi akan sulit terealisasi karena adanya pagar seng berwarna biru yang berdiri kokoh di pinggir jalan. Lahan yang dibatasi pagar tersebut rencananya akan dibangun sederet ruko oleh sebuah perusahaan di Batam.

Baca juga: Hanafi Ekra Desak Pemprov Kepri Segera Bayarkan Gaji Guru dan PTK Non-ASN yang Tertunda

"Kami melihat akan sulit bagi pemerintah untuk memperlebar jalan karena ada pagar seng biru itu. Jika pembangunan ruko tetap berjalan, kami khawatir kawasan ini akan semakin macet dan penuh debu," tambah Win.

Warga Komplek Ruko Tanah Mas meminta, pemerintah untuk turun tangan membongkar pagar seng biru tersebut agar pelebaran jalan tetap bisa dilakukan. 

"Kami selaku warga meminta untuk pagar seng biru itu di bongkar agar pelebaran jalan tersebut dapat dilakukan, lagian pagar seng ini diduga berdiri di buffer zone," ungkap Win.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :