Terungkap, Ini Alasan Pengusaha Lebih Memilih Tenaga Kerja Luar Dibanding Lokal di Batam

Terungkap, Ini Alasan Pengusaha Lebih Memilih Tenaga Kerja Luar Dibanding Lokal di Batam

Rafki Rasyid, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Fenomena preferensi pengusaha di Kota Batam terhadap tenaga kerja dari luar daerah terus menjadi sorotan. Meskipun Pemerintah Kota Batam telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024 yang mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal, nyatanya banyak perusahaan masih memilih merekrut pekerja dari luar daerah, seperti Jawa. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor yang mendorong keputusan tersebut.

Menurut Rafki Rasyid, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, ada beberapa alasan mengapa perusahaan cenderung memilih tenaga kerja dari luar. 

"Sebenarnya kami mendukung pengutamaan tenaga kerja lokal. Namun, kami juga harus melihat dari sisi perusahaan. Banyak perusahaan mengeluhkan bahwa tenaga kerja lokal memiliki etos kerja yang berbeda dengan tenaga kerja dari luar," ujarnya.

Rafki menjelaskan bahwa tenaga kerja lokal yang tinggal bersama orang tua cenderung memiliki kemauan kerja yang lebih rendah. 

Baca juga: Perusahaan Elektronik PT Philips di Batam Rekrut Ratusan Pekerja Asal Jawa, Perda Kota Batam soal Tenaga Kerja Lokal Batam Tak Efektif?

"Misalnya, ketika mereka sedikit dipaksa atau merasa tidak nyaman, mereka mudah mengundurkan diri atau pindah ke perusahaan lain. Sementara itu, tenaga kerja dari luar biasanya lebih betah bekerja dan memiliki tingkat turnover yang rendah," jelasnya.

Turnover atau perputaran tenaga kerja, menurut Rafcky, sangat memengaruhi profitabilitas perusahaan. "Jika turnover rendah, produktivitas perusahaan akan tinggi. Sebaliknya, jika turnover tinggi, perusahaan akan mengalami kerugian karena harus terus melatih karyawan baru," tambahnya.

Selain itu, Rafki menyoroti perbedaan motivasi antara tenaga kerja lokal dan luar. 

"Tenaga kerja dari luar, misalnya dari Jawa, cenderung lebih menghargai upah yang diberikan. Di daerah asal mereka, upah mungkin hanya sekitar Rp2,5 juta per bulan, sedangkan di Batam mereka bisa mendapatkan Rp4 juta hingga Rp5 juta. Ini membuat mereka lebih berkomitmen untuk mempertahankan pekerjaan," ujarnya.

Baca juga: Dukung Ekonomi dan Tenaga Kerja Lokal, McDonald's Indonesia Resmikan Gerai Keempat di Batam

Sementara itu, tenaga kerja lokal yang tinggal bersama orang tua cenderung lebih santai dalam menghadapi pekerjaan. 

"Mereka merasa aman karena masih tinggal dengan orang tua, sehingga tidak terlalu khawatir tentang biaya hidup seperti kos dan makan," kata Rafki.

Meskipun demikian, Rafki menegaskan bahwa perusahaan sebenarnya ingin mempekerjakan tenaga kerja lokal. 

"Dari sisi perusahaan dan pemerintah, kami sama-sama ingin mengutamakan tenaga kerja lokal. Namun, kendala seperti etos kerja dan turnover yang tinggi membuat sebagian perusahaan memilih untuk merekrut dari luar," ujarnya.

Baca juga: TKA China Mendominasi Jumlah Tenaga Kerja Asing di Batam

Sebelumnya, pada 11 Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Bantul telah melepas sejumlah tenaga kerja ke Kota Batam, tepatnya di PT Philips Industri Batam. Padahal, Perda Nomor 2 Tahun 2024 telah disahkan untuk meningkatkan pemerataan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja lokal. Data dari Dinas Tenaga Kerja Kota Batam juga menunjukkan bahwa terdapat 465 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Batam pada periode Januari hingga Februari 2025.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas Perda tersebut dalam mendorong penyerapan tenaga kerja lokal. Sementara itu, perusahaan-perusahaan di Batam terus berupaya menyeimbangkan antara kepentingan bisnis dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat lokal.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :