Awal 2025, Batam Catat 61 Kasus Baru HIV, LSL Jadi Kelompok Terbanyak

Awal 2025, Batam Catat 61 Kasus Baru HIV, LSL Jadi Kelompok Terbanyak

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 61 kasus baru HIV pada awal tahun 2025, dengan mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia 25-49 tahun. Dari total kasus tersebut, 41 di antaranya berasal dari kelompok usia produktif, terdiri dari 34 laki-laki dan 7 perempuan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa dari total 61 kasus baru, 47 terjadi pada laki-laki dan 14 pada perempuan.

"Penyebab HIV? Seks yang tidak aman. Ya, yang terbanyak memang LSL," ujarnya pada Jumat, 14 Februari 2025.

Baca juga: Kasus HIV di Lingga Meningkat, 37 Kasus Tercatat Hingga Akhir 2024

Distribusi kasus berdasarkan kelompok usia menunjukkan 11 kasus pada rentang usia 20-24 tahun, 7 kasus pada usia di atas 50 tahun, dan 2 kasus pada kelompok usia 15-19 tahun. Tidak ditemukan kasus baru pada anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Batam telah mencatat 822 kasus baru HIV dari hasil skrining terhadap 15.060 orang, dengan rincian 652 kasus pada laki-laki dan 170 kasus pada perempuan.

Dalam upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Batam menyarankan penggunaan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP). 

"Obat yang digunakan itu kombinasi Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF) dan Emtricitabine (FTC) adalah regimen yang umum digunakan. Nama dagangnya yang paling dikenal adalah Truvada, meskipun ada versi generik," jelas Didi.

Baca juga: Komnas HAM: Anak Indonesia Rentan Terpapar HIV/AIDS, Kasus Meningkat dari Tahun Lalu

PrEP direkomendasikan untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk pria yang berhubungan seks dengan pria, wanita pekerja seks (WPS), pengguna narkoba suntik, individu dengan pasangan pengidap HIV, dan mereka yang sering berganti pasangan tanpa kondom.

"Selain PrEP, kami juga menyediakan obat antiretroviral (ARV) untuk mencegah perkembangan HIV pada pengidap," tambah Didi.

Menghadapi peningkatan kasus ini, Dinas Kesehatan terus mengintensifkan program pencegahan melalui edukasi, pemeriksaan rutin, dan penyediaan ARV bagi pengidap HIV. Masyarakat, terutama kelompok berisiko, didorong untuk aktif memeriksakan diri dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :