Darurat Sampah, Warga Batam: Saya Sangat Malu

Darurat Sampah, Warga Batam: Saya Sangat Malu

Seorang pengendara motor melintasi tumpukan sampah di Tiban Koperasi beberapa waktu lalu (Foto: Batamnews)

Zuhri Muhammad

Batam, Batamnews – Persoalan sampah di Kota Batam kembali menjadi sorotan setelah Jeff Seale, seorang profesional asing, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan di kota ini. Komentar yang disampaikan Jean, seorang ekspatriat di Batam, mengenai banyaknya sampah di jalanan Batam memicu diskusi luas di media sosial, dengan tanggapan beragam dari masyarakat dan profesional di berbagai bidang.

Beberapa tanggapan menyebut bahwa kondisi yang disoroti Jean tidak sepenuhnya menggambarkan permasalahan sampah di Batam. Yudi Sundoro, seorang profesional di bidang proyek maritim, menegaskan bahwa tumpukan yang terlihat bukanlah sampah, melainkan material konstruksi untuk pembangunan trotoar.

"Itu bukan sampah, itu material pembangunan trotoar yang sedang dalam proses pengerjaan," ujar Yudi menanggapi postingan tersebut.

Namun, pendapat ini tidak sepenuhnya disepakati oleh warga lainnya yang justru mengakui bahwa masalah sampah memang menjadi perhatian serius di Batam.

Keprihatinan Warga yang Sudah Lama Tinggal di Batam

Bambang Hariyanto, yang telah menetap di Batam lebih dari dua dekade, menyampaikan rasa malunya terhadap kondisi lingkungan yang ada. "Apa yang Anda katakan benar, dan kami malu dengan kondisi ini. Pemerintah selalu beralasan kekurangan kendaraan pengangkut sampah, sementara perilaku sebagian masyarakat juga memperburuk keadaan," kata Bambang. Ia berharap ada tindakan nyata untuk mengatasi permasalahan ini.

Beberapa warga menyoroti upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah. Syaidina Ali Siregar, seorang inspektor pelapis, menekankan bahwa ada berbagai program edukasi dan daur ulang yang telah diterapkan.

"Pemerintah dan masyarakat Batam terus berusaha memperbaiki pengelolaan sampah. Masukan dari pengunjung seperti Jean bisa menjadi pengingat penting bagi kita semua," katanya.

Di sisi lain, Arif Gunawan, seorang perencana senior, menilai bahwa kondisi sampah di Batam semakin memburuk. "Ini sangat buruk dan semakin parah. Itu benar, dan kami malu karenanya," ucapnya singkat, mencerminkan kekhawatiran banyak warga.

Vitalis Too, seorang koordinator material, menyoroti faktor sumber daya manusia sebagai salah satu penyebab utama permasalahan ini. "Kesadaran masyarakat masih rendah. Mereka sepertinya tidak menyadari bahwa ini bisa menyebabkan masalah kesehatan," ujarnya.

Manahan Manalu, seorang profesional lainnya, mengungkapkan rasa malunya sebagai warga Indonesia. "Sebagai orang Indonesia, saya sangat malu dengan ini. Gambar ini menggambarkan betapa buruknya perilaku dan kebiasaan kita," katanya.

Sorotan ini menunjukkan bahwa masalah sampah di Batam tidak hanya menjadi perhatian bagi warga lokal tetapi juga pengunjung dari luar negeri. Harapan akan perubahan nyata semakin kuat, baik melalui peningkatan kesadaran masyarakat maupun tindakan konkret dari pemerintah dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :