Kasus Viral Mahasiswi Kissy di Batam Berakhir Damai, Pelaku Minta Maaf dan Pertimbangan Kemanusiaan Jadi Alasan
Kasus Mahasiswi Kissy yang Dituduh Pakai Narkoba oleh Oknum Tak Dikenal Berakhir Damai di Kantor Polisi. (Foto. istimewa)
Batam, Batamnews – Kasus viral yang menimpa seorang mahasiswi bernama Kissy akhirnya berakhir damai. Insiden yang terjadi pada Minggu, 2 Februari 2025 di seberang Ayam Geprek Gold Chick, Taman Baloi, Batam Kota, sempat mengejutkan publik setelah Kissy dituduh sebagai pengguna narkoba oleh sejumlah pria tak dikenal yang mengaku sebagai polisi.
Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan para pelaku. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, Kissy memilih menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan pada Jumat, 7 Februari 2025 di Mapolresta Barelang.
Dalam wawancara dengan Batamnews.co.id pada Sabtu, 8 Februari 2025, Kissy mengungkapkan alasan di balik keputusannya berdamai dengan para pelaku. Ia menilai kondisi ekonomi serta keadaan keluarga para pelaku sebagai faktor utama yang membuatnya memilih untuk memaafkan mereka.
"Saya sangat berterima kasih kepada Unit 1 Satreskrim Polresta Barelang yang telah cepat menerima laporan saya dan menangkap pelaku. Namun, karena mempertimbangkan kondisi ekonomi serta keluarga pelaku, saya memilih untuk berdamai dan memaafkan mereka," ujar Kissy.
Menurutnya, dalam pertemuan dengan para pelaku, ia melihat langsung kondisi keluarga mereka. Salah satu pelaku memiliki anak yang sedang sakit, dan istri pelaku sampai menangis memohon agar kasus ini tidak diperpanjang.
Baca juga: Mahasiswi di Batam Dipaksa dan Diancam Polisi 'Gadungan', AKP Debby: Sedang Diselidiki
"Saya lihat sendiri, anaknya sakit, istrinya sampai memohon-mohon. Jadi saya pikir, ya sudah, saya maafkan. Saya tidak mengalami kerugian materi, hanya sedikit trauma, tapi saya sudah memaafkan pelaku," tambahnya.
Meskipun memilih jalur damai, Kissy berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan segera melapor ke pihak berwajib jika mengalami hal yang mencurigakan.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa aksi kriminal, terutama yang melibatkan penyalahgunaan identitas aparat, harus segera ditindaklanjuti agar tidak merugikan masyarakat. Namun, sikap Kissy yang memilih memaafkan pelaku juga menunjukkan sisi humanis yang patut diapresiasi.
Dengan berakhirnya kasus ini secara damai, Kissy berharap tidak ada lagi perdebatan di media sosial dan meminta agar video kejadian tersebut tidak disebarluaskan demi menjaga privasi semua pihak.
"Saya ingin semuanya selesai di sini. Saya berharap masyarakat juga tidak menyebarkan video kejadian ini, karena kami sudah berdamai. Semoga ini bisa jadi pelajaran bagi semua pihak," tutupnya.
Baca juga: Viral, Wanita di Batam Nyaris Diculik Tiga Pria Mengaku Polisi
Sebelumnya diberitakan, seorang wanita bernama Kissy mengalami kejadian mengerikan saat hendak membeli makan siang di kawasan Seberang Ayam Geprek Gold Chick, Taman Baloi, Batam Kota, Batam, pada Minggu, 2 Februari 2025. Ia dihampiri oleh tiga pria tak dikenal (OTK) yang mengaku sebagai oknum polisi dan menuduhnya sebagai pengguna narkoba jenis sabu tanpa dasar yang jelas.
Dalam kejadian tersebut, ketiga pria tersebut tiba-tiba turun dari mobil Toyota Rush warna silver dan langsung menarik tangan Kissy, berusaha memaksanya masuk ke dalam mobil mereka.
Meski mendapat paksaan, Kissy tetap menolak dan menegaskan bahwa ia tidak menggunakan narkoba. Ketika dirinya mencoba menghubungi pacarnya, para pelaku bahkan melarangnya menggunakan ponsel. Namun, Kissy tetap merekam kejadian tersebut sebagai bukti.
Saat aksinya terekam video, salah satu dari pelaku tiba-tiba menyadari bahwa mereka salah sasaran.

Komentar Via Facebook :