Dua Anak Kabur Akibat Kekerasan Pacar Ibu di Batam Kini Dapat Pendampingan Intensif, Hak Asuh Pindah ke Ayah
Ilustrasi
Batam, Batamnews - Dua anak berinisial AR (8) dan BA (10), yang sebelumnya dilaporkan hilang, kini mendapatkan pendampingan intensif dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Batam. Kedua anak tersebut diketahui kabur dari rumah karena mengalami tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh pacar ibu kandung mereka.
Kepala UPTD PPA Kota Batam, Dedy Suryadi, menjelaskan bahwa pihaknya fokus memberikan pendampingan psikologis untuk memastikan pemulihan mental dan psikis kedua anak tersebut.
"Anak-anak ini mengalami kekerasan fisik, sehingga kami berupaya membantu mereka agar tidak terus menyimpan trauma. Pemulihan ini penting untuk memastikan mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan normal," ujar Dedy saat diwawancarai, Jumat, 20 Desember 2024.
Baca juga: Dua Kakak-Beradik Hilang di Batam Ditemukan, Diduga Jadi Korban Kekerasan Pacar Ibu Kandung
Selain mendukung pemulihan mental, UPTD PPA juga memastikan pemenuhan hak-hak dasar anak, termasuk pendidikan dan identitas mereka. Namun, Dedy menekankan bahwa hak kasih sayang dari orang tua menjadi perhatian utama.
"Dalam kasus ini, kami meminta sang ayah untuk mengambil alih hak asuh karena kekerasan terjadi saat anak-anak berada di bawah pengasuhan ibu kandung mereka. Sang ayah kini berkomitmen untuk mengurus dan melindungi kedua anaknya," jelasnya.
Sementara proses hukum berjalan, UPTD PPA terus melakukan asesmen terhadap kondisi psikologis AR dan BA. Dedy menyebutkan bahwa kondisi mental kedua anak mulai membaik sejak mendapat pendampingan.
Baca juga: Kakak-Beradik Hilang di Batam: Arfan (8) dan Billa (10) Masih Dicari Keluarga dan Polisi
"Pemulihan ini membutuhkan waktu, tetapi kami melihat perkembangan positif. Minggu depan, kami juga akan mengunjungi tempat tinggal mereka untuk memastikan mereka benar-benar mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman," tambah Dedy.
Sebelumnya, kedua anak ini dilaporkan hilang oleh ibu kandung mereka, Way, yang tinggal di Perumahan Bandar Sri Mas, Sei Panas, Batam Kota. Namun, penyelidikan polisi mengungkap fakta mengejutkan: AR dan BA kabur karena takut dengan pacar ibu mereka yang tinggal serumah dan diduga sering melakukan kekerasan terhadap mereka.

Komentar Via Facebook :