Menaker RI Tinjau Rusunawa Griya Pekerja di Batam, Tanggapi Keluhan soal Kenaikan Sewa
Menaker RI, Yassierli, dengarkan keluhan salah seorang penghuni rusunawa Griya Pekerja Bumi Lancang Kuning, Batu Ampar, Kota Batam, Selasa (17/12/2024). (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Yassierli, bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Bumi Lancang Kuning Griya Pekerja di Kota Batam pada Selasa, 17 Desember 2024.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung fasilitas hunian yang dibangun oleh BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja.
Dalam kunjungannya, Yassierli menerima keluhan dari salah satu penghuni, Hasan, yang mengeluhkan kenaikan biaya sewa hingga 100 persen.
Hasan mengungkapkan bahwa tahun lalu ia hanya membayar Rp 500 ribu untuk kamar di lantai empat, namun kini biaya sewanya melonjak menjadi Rp 1 juta.
Baca juga: Menaker RI Tinjau Rusun Griya Pekerja di Batam, Apresiasi Program Hunian untuk Pekerja
Meski demikian, Hasan mengaku tetap bertahan karena merasa tempat tinggalnya nyaman dan strategis.
“Tahun lalu harga sewa masih Rp 500 ribu, sekarang naik jadi Rp 1 juta. Tapi, saya tetap bertahan karena tempatnya nyaman,” ujar Hasan kepada Menaker Yassierli.
Menanggapi keluhan tersebut, Yassierli menegaskan bahwa Rusunawa Griya Pekerja dibangun bukan untuk tujuan komersial, melainkan untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi pekerja berpenghasilan rendah. Ia menekankan bahwa biaya sewa harus tetap terjangkau.
“Harga sewa rusun ini harus terjangkau. Rusun ini dibangun oleh BPJS Ketenagakerjaan bukan untuk bisnis, tetapi untuk memenuhi kebutuhan pekerja. Biaya sewa yang dibayar digunakan untuk operasional dan pemeliharaan, bukan untuk investasi,” jelas Yassierli kepada awak media.
Yassierli juga menyoroti pentingnya aspek inklusivitas, sehingga keberadaan rusun ini benar-benar memberikan manfaat bagi pekerja yang membutuhkan. Ia berharap Rusunawa Griya Pekerja dapat menjadi solusi atas kebutuhan hunian layak dengan harga yang sesuai kemampuan.
Baca juga: Pemkab Natuna Naikkan Pajak Pasir Kuarsa 40 persen, HIPKI Minta Ditinjau Ulang
“Saya berharap harga sewa di rusun ini tetap terjangkau dan inklusif. Artinya, manfaat dari rusun ini dapat dirasakan langsung oleh para pekerja yang memang membutuhkan,” tambahnya.
Kunjungan Menaker Yassierli ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa Rusunawa Griya Pekerja tetap sesuai dengan tujuan awal pembangunannya, yakni menyediakan hunian layak dengan harga bersahabat bagi para pekerja di Kota Batam.
Komentar Via Facebook :