Listrik Jadi Jantung Pertumbuhan Ekonomi Digital: PLN Batam Siap Pasok Energi Andal dan Bersih untuk KEK Nongsa
Penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Nota Kesepahaman terkait penyediaan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa.
Batam, Batamnews – Dalam langkah strategis mendukung pertumbuhan ekonomi digital, PT PLN Batam dan PT Taman Resor Internet (PT Tamarin) hari ini menandatangani Amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Nota Kesepahaman terkait penyediaan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa.
Acara tersebut berlangsung di Batam dan dihadiri oleh Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero), Hartanto Wibowo, serta jajaran direksi dari kedua perusahaan, Rabu, 11 Desember 2024.
Dalam sambutannya, Hartanto Wibowo menekankan pentingnya listrik sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo memiliki visi besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Baca juga: Inovasi Baru! RAM Showroom Hadirkan Layanan Antar Mobil Bekas Dengan Truck Towing
“Pertumbuhan ini didorong oleh dua faktor utama, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pengembangan ekonomi digital. Keduanya saling melengkapi, dan jantung ekonomi digital adalah ketersediaan listrik. Tidak ada pertumbuhan KEK, khususnya data center, tanpa adanya pasokan listrik yang andal dan bersih,” ujar Hartanto.
Ia menambahkan bahwa di era saat ini, listrik harus memenuhi tiga kriteria utama: available (tersedia), reliable (andal), dan green energy (ramah lingkungan).
“Penandatanganan amandemen PJBTL ini menjadi tonggak sejarah baru dengan peningkatan kapasitas daya tersambung dari 389 MVA menjadi 1.064 MVA. Selain itu, kesepahaman terkait penyediaan energi baru terbarukan menjadi langkah penting dalam mendukung kebutuhan data center di KEK Nongsa,” tambah Hartanto.
Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra, menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di Batam.
"Data center adalah 'jantung digital' yang mendukung berbagai sektor industri. Batam memiliki potensi besar untuk menjadi hub data center di Asia Tenggara, dan kami siap memberikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pertumbuhan ini," ungkapnya.
PT PLN Batam telah menandatangani perjanjian penyediaan daya hingga 369 MVA untuk periode 2023–2031. Saat ini, PT Tamarin telah mendapatkan kapasitas daya sebesar 2x30 MVA, dengan proyeksi kebutuhan listrik melonjak menjadi 1.064 MVA pada 2031.
Selain itu, PLN Batam berkomitmen mendukung penggunaan EBT dengan kapasitas mencapai 825 MW pada 2033, sejalan dengan target nasional menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Kami percaya bahwa energi ramah lingkungan adalah kunci masa depan. Dengan mendukung industri strategis seperti data center, kami turut menciptakan masa depan yang berkelanjutan," kata Irwansyah.
Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Kapal dari Batam: Sekupang ke Berbagai Tujuan, 12 Desember 2024
CEO Nongsa Digital Park, Mike Wiluan, menilai kerjasama ini sebagai langkah penting dalam memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.
“KEK Nongsa adalah kawasan strategis untuk pengembangan data center dan ekonomi digital di Indonesia. Pasokan listrik yang efisien dan ramah lingkungan adalah fondasi utama untuk mendukung pertumbuhan ini," ujar Mike.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. "Kerja sama ini menjadi inspirasi bagi pengembangan proyek lain di masa depan, sehingga Indonesia dapat terus maju sebagai pemain utama dalam ekonomi digital global," pungkasnya.
Penandatanganan ini diharapkan memperkuat hubungan antara PLN Batam dan PT Tamarin, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Batam.
Dengan potensi besar yang dimiliki KEK Nongsa, Batam diharapkan mampu menjadi motor penggerak digitalisasi di Asia Tenggara dan berkontribusi pada pencapaian visi besar Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.
"Mari bersama mendukung perkembangan teknologi dan ekonomi digital demi Indonesia yang lebih maju," tutup Hartanto.

Komentar Via Facebook :