Akun Berisi Fitnah Terhadap AWe dan Timnya Diduga Berperan dalam Kemenangan Nizar-Novrizal di Pilkada Lingga

Akun Berisi Fitnah Terhadap AWe dan Timnya Diduga Berperan dalam Kemenangan Nizar-Novrizal di Pilkada Lingga

Tangkapan layar akun akun buzzer yang diduga diciptakan oleh relawan pasangan Nizar-Novrizal.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Pilkada 2024 di Kabupaten Lingga diwarnai isu kontroversial terkait peran akun-akun buzzer yang diduga digunakan untuk menyerang lawan-lawan politik pasangan calon (paslon) Muhammad Nizar-Novrizal. 

Akun-akun tersebut disebut-sebut turut memainkan peran penting dalam meraih kemenangan pasangan Nizar-Novrizal dengan perolehan suara hampir 64 persen berdasarkan hasil real count KPU yang telah mencapai 100 persen.

Salah satu akun buzzer yang menjadi sorotan adalah akun bernama "Tikus Politik," yang selama masa kampanye hingga masa tenang Pilkada diduga aktif menyebarkan fitnah dan konten negatif terhadap tim pemenangan paslon Alias Wello (Awe)-Ishak. 

Baca juga: KPU Jelaskan Kemungkinan Putaran Kedua di Pilkada Kepulauan Riau

Akun tersebut tidak hanya menyerang kandidat Alias Wello yang selama ini berperan dalam pembentukan Kabupaten Lingga, bahkan pernah menjabat sebagai Bupati Lingga dan Ketua DPRD Lingga, tetapi juga sejumlah tokoh masyarakat lainnya termasuk Ketua Melayu Raya, Politisi yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD dan Ketua Partai ternama Ustad Salmizi, Ketua KKSS Kepri, serta sejumlah politisi senior dan tokoh-tokoh yang menkampanyekan Alias Wello dan Muhammad Ishak.

Menurut pantauan Batamnews, akun "Tikus Politik" dan beberapa akun dengan nama yang aneh tersebut mengunggah konten-konten yang memuji pasangan Nizar-Novrizal, memperkuat dugaan bahwa akun ini dikelola oleh tim paslon tersebut. 

Salah satu konten bahkan menyinggung dugaan korupsi yang melibatkan Muhammad Nizar, tetapi justru dikemas dengan narasi membela sang bupati.

Zuhardi, Ketua Melayu Raya Kabupaten Lingga, mengaku telah melaporkan akun tersebut kepada pihak kepolisian. Namun, hingga Pilkada berakhir, akun tersebut tetap aktif menyebarkan konten yang dianggap merugikan dan mencemarkan nama baik tokoh-tokoh tertentu.

"Akun tersebut sudah saya laporkan ke polisi, tapi hingga masa tenang dan Pilkada berakhir, akun itu tetap membuat konten yang memojokkan tim kami," ujar Zuhardi, Kamis 28 November 2024.

Zuhardi sangat menyayangkan tindakan paslon yang diduga berani menggunakan cara-cara tidak etis melalui akun media sosial anonim.

"Itulah tanda-tanda orang pengecut, hanya berani berlindung di balik akun buzzer," tambahnya.

Baca juga: Lis-Raja Kalah Tipis di TPS Rahma, Sementara Rahma-Rizha Kalah Telak di TPS Lis Darmansyah

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera memproses laporan tersebut agar kasus ini tidak semakin meresahkan masyarakat. Menurutnya, keberadaan akun anonim seperti ini tidak hanya menimbulkan fitnah, tetapi juga menciptakan ketegangan di tengah masyarakat.

"Kalau akunnya jelas, kita bisa menyampaikan hak jawab atau memberikan klarifikasi. Tapi kalau pemilik akun tidak jelas, harus diproses hukum karena sudah menimbulkan keributan," tegas Zuhardi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pasangan Nizar-Novrizal terkait dugaan keterlibatan tim mereka dalam pengelolaan akun tersebut. 

Sementara itu, masyarakat Kabupaten Lingga diimbau untuk tetap menjaga kondusivitas pasca-Pilkada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :