BP3MI Kepri Ungkap Modus Penjeratan PMI ke Luar Negeri sebagai Admin Judi Online

BP3MI Kepri Ungkap Modus Penjeratan PMI ke Luar Negeri sebagai Admin Judi Online

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Tanjungpinang, Batamnews – Modus baru dalam menjerat Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal kembali terungkap. Kali ini, para korban diimingi pekerjaan sebagai admin judi online dengan gaji besar di negara seperti Vietnam dan Kamboja. Namun, kenyataannya, mereka justru dijual atau menjadi korban penipuan.

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri), Kombes Pol. Imam Riadi, mengungkapkan bahwa modus pengiriman PMI ilegal dengan tawaran menjadi admin judi online (Judol) terus meningkat. Para korban tertarik dengan janji penghasilan tinggi, namun di negara tujuan, mereka menghadapi kenyataan pahit berupa eksploitasi dan penipuan.

Pencegahan di Pelabuhan Sri Bintan Pura dan Batam Center

Dalam dua minggu terakhir, BP3MI berhasil menggagalkan keberangkatan sejumlah calon PMI ilegal yang hendak menuju Vietnam dan Kamboja melalui pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjungpinang dan Batam Center. Para calon PMI ini telah diserahkan kepada pihak penyidik, di mana pelaku dan tempat penampungannya juga berhasil terungkap.

"Faktornya adalah iming-iming gaji besar, tetapi mereka tidak menyadari bahwa di tempat tujuan, mereka justru menghadapi eksploitasi atau penipuan," ujar Kombes Pol. Imam Riadi pada Minggu, 24 November 2024.

Baca juga: Mengenal Pesawat N219 yang Rencananya Akan Terbang di Kepulauan Riau

Dukungan Keluarga Masih Rendah

Meski BP3MI telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pendampingan, Kombes Imam mengakui adanya kendala dalam pendampingan pelaporan kasus, terutama karena kurangnya dukungan dari pihak keluarga korban. Salah satu contoh kasus adalah seorang warga Karimun yang telah berhasil dipulangkan, namun pendampingan laporan kepada pihak berwenang terhambat karena keluarga korban kurang kooperatif.

"Kadang-kadang dukungan dari keluarga korban kurang responsif. Ini fenomena yang sering kami temui, terutama pada korban scamming admin judi online di Kamboja dan Vietnam," jelasnya.

Modus Penipuan Semakin Marak

Fenomena ini menjadi perhatian serius BP3MI, mengingat modus ini tidak hanya melibatkan eksploitasi ekonomi tetapi juga ancaman terhadap keselamatan PMI. Dengan modus penawaran pekerjaan bergaji besar, para korban cenderung terjerat tanpa memikirkan risiko yang menanti di negara tujuan.

BP3MI mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan. Kombes Imam juga menegaskan pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh janji palsu.

Baca juga: Kerugian Mencapai 400 Juta, 2001 Butir Narkoba Jenis Ekstasi Diamankan di Tanjungpinang

Pentingnya Kolaborasi dan Dukungan

Keberhasilan BP3MI dalam mencegah pengiriman PMI ilegal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan angka perdagangan manusia. Selain itu, dukungan keluarga korban juga menjadi kunci dalam membantu penyelesaian kasus-kasus seperti ini.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang terus diperkuat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan keselamatan PMI dapat lebih terjamin di masa mendatang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :