Lubang Menganga di Trotoar Jalan Raden Fatah Batam Resahkan Warga
Sebuah lubang besar yang menganga di trotoar Jalan Raden Fatah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, telah menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Sebuah lubang besar yang menganga di trotoar Jalan Raden Fatah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, telah menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat.
Lubang tersebut diduga merupakan bekas galian perbaikan pipa air oleh PT Air Batam Hilir yang hingga kini belum ditutup kembali, menjadikannya ancaman serius bagi keselamatan pejalan kaki dan pengendara, terutama saat malam hari.
Berdasarkan pantauan batamnews.co.id pada Senin, 11 November 2024, lubang besar itu hanya dilindungi oleh pengaman seadanya berupa tumpukan styrofoam putih yang diikat dengan tali hijau. Kondisi ini dinilai sangat tidak memadai dan telah berlangsung selama tiga bulan, tanpa ada upaya penutupan atau perbaikan permanen.
Baca juga: Keinginan Warga Kampung Aceh yang Belum Tercapai Setelah Berulangkali Digerebek
Amin, salah satu warga yang tinggal di sekitar Jalan Raden Fatah, menyampaikan bahwa lubang tersebut adalah sisa pekerjaan perbaikan kebocoran pipa air. Setelah perbaikan selesai, lubang tersebut dibiarkan terbuka dan tidak ditutup kembali, membuat area tersebut menjadi berbahaya.
"Dulu mereka perbaiki kebocoran pipa air di situ, tapi setelah selesai kerjaan, lubangnya tidak ditutup," ujar Amin.
Keberadaan lubang ini menimbulkan berbagai kesulitan bagi warga sekitar, terutama yang sering melintasi Jalan Raden Fatah. Situasi menjadi lebih berbahaya pada malam hari, mengingat minimnya penerangan di area tersebut yang meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca juga: Gabriel Sianturi Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Batam Gantikan Cak Nur
"Rawan sekali kalau malam hari, kita yang naik mobil was-was," ungkap Amin. Ia menambahkan bahwa sudah beberapa kali terjadi insiden kecelakaan di sekitar lubang tersebut, terutama pada malam hari, akibat pejalan kaki atau pengendara yang tidak menyadari adanya lubang.
Warga sekitar, termasuk Amin, telah berupaya menyuarakan keluhan mereka melalui media sosial, berharap mendapatkan perhatian dari pihak berwenang. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata atau tanggapan resmi dari PT Air Batam Hilir terkait perbaikan atau penutupan lubang tersebut.
"Sudah sering terjadi kecelakaan, orang jatuh pada malam hari di lokasi gara-gara lubang itu. Kami berharap lubang itu segera ditutup sehingga tidak memakan korban jiwa lagi," tegas Amin.

Komentar Via Facebook :