Asal Usul Nama Kampung Aceh Batam yang Jadi Pusat Peredaran Narkoba, Senjata, dan Kriminalitas
Kampung Aceh, Simpang Dam, Mukakunig, Kota Batam yang menjadi pusat peredaran narkoba di Kota Batam (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews - Kampung Aceh, sebuah nama yang cukup familiar di Batam, tak sepenuhnya mencerminkan gambaran yang muncul di benak banyak orang. Nama ini kerap diidentikkan dengan wilayah sarang narkoba, judi, dan kriminal, hingga peredaran senjata gelap.
Berkali-kali digerebek pihak Kepolisian, BNN, TNI, beserta petugas lainnya, namun secepat kilat, kembali menjadi basis peredaran narkoba, terutama sabu-sabu. Dari sini pula, belasan oknum Satuan Narkoba Polresta Barelang, tersandung kasus hukum penjualan barang bukti. Mereka dipecat dan masih dalam proses hukum.
Asal-usul Kampung Aceh di Batam berakar dari komunitas perantau asal Aceh yang dulu membentuk perkampungan ini. Kampung Aceh berlokasi di Simpang Dam, Mukakuning. Ia masuk wilayah administratif Kecamatan Sei Beduk.
Asal-usul Kampung Aceh berawal sekitar tahun 1980-an, ketika banyak warga Aceh datang ke Batam untuk menyelamatkan diri dari konflik di tanah kelahiran mereka.
Seiring berjalannya waktu, mereka membentuk komunitas di wilayah Simpang Dam, Kelurahan Mukakuning, yang kemudian dikenal sebagai Kampung Aceh. Awalnya, perkampungan ini menjadi tempat aman bagi perantau Aceh sebelum sebagian dari mereka melanjutkan perjalanan ke Malaysia.
Seiring berjalannya waktu, Kampung Aceh tidak lagi menjadi dominasi masyarakat asal Aceh. Pendatang dari berbagai daerah mulai menetap di sana, dan nama "Kampung Aceh" tetap melekat meskipun mayoritas penghuninya kini datang dari latar belakang yang beragam.
Namun, stigma negatif mulai menyelimuti Kampung Aceh seiring ditemukannya kasus peredaran narkoba dan perjudian di daerah tersebut. Ini membawa kesan miring dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang-orang Aceh yang tidak ingin nama mereka dikaitkan dengan aktivitas kriminal.
Pada beberapa bulan terakhir, pihak kepolisian bersama TNI dan Satpol PP melakukan razia besar-besaran di Kampung Aceh. Operasi ini mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika serta menyita mesin permainan, senjata tajam, dan alat-alat hisap sabu.
Warga yang masih tinggal di Kampung Aceh mendukung langkah pemerintah untuk mengubah citra kampung mereka. Salah satu tokoh Aceh di Batam, Wan Pase, menuturkan bahwa sejak awal, Kampung Aceh merupakan tempat bermukimnya para pendatang asal Aceh yang mencari kedamaian di tengah konflik.
“Nama Kampung Aceh tetap meskipun kini dihuni oleh penduduk dari berbagai daerah,” ujar Wan Pase beberapa waktu silam. Ia bilang, persepsi negatif terhadap Kampung Aceh tidak semestinya menyamaratakan semua orang di sana.
Kisah Kampung Aceh menjadi cermin dari dinamika perantauan dan perubahan demografis yang kerap disertai tantangan baru. Kini, dengan rencana penataan yang lebih baik, warga Kampung Aceh berharap citra perkampungan mereka bisa kembali positif dan mewakili semangat awal para pendatang yang mencari kehidupan lebih baik di Batam

Komentar Via Facebook :